Pencegahan Stunting di Serang Didorong Lewat Perubahan Perilaku

SERANG – Program percepatan pencegahan stunting di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, diperkuat melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menyasar keluarga, terutama ibu dan anak, pada Senin (13/4/2026). Upaya ini menjadi bagian dari kolaborasi antara sektor swasta, lembaga sosial, dan tenaga kesehatan untuk menekan angka stunting di tingkat desa.

Kegiatan bertajuk Desa Bebas Stunting tersebut digelar melalui kerja sama PT Pigeon Indonesia dan Rumah Zakat bersama Puskesmas Cikeusal. Fokus utama kegiatan bukan hanya pemberian materi gizi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan sehari-hari sebagai fondasi tumbuh kembang anak.

Ahli gizi Puskesmas Cikeusal, Rifdah Widda Islami, dalam pemaparan yang dikutip dari kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa hanya bertumpu pada makanan bergizi.

“Kunci utama pencegahan stunting tidak hanya pada asupan gizi, tetapi juga pada perilaku hidup bersih dan sehat yang harus dimulai dari keluarga,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa praktik sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memastikan pola makan seimbang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan anak. Kebiasaan ini dinilai menjadi benteng awal untuk mencegah gangguan gizi kronis sejak usia dini.

Program Desa Bebas Stunting ini merupakan inisiatif kolaboratif PT Pigeon Indonesia dan Rumah Zakat yang berfokus pada penguatan edukasi kesehatan masyarakat desa. Selain PHBS, kegiatan juga menekankan pentingnya pola asuh yang tepat serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala melalui layanan kesehatan desa.

Antusiasme warga terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan edukasi. Warga Desa Panyabrangan memanfaatkan kegiatan ini untuk bertanya langsung terkait pola makan anak, sanitasi lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari yang berpengaruh pada kesehatan keluarga.

Sinergi antara perusahaan, lembaga sosial, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa diharapkan mampu memperkuat intervensi pencegahan stunting secara berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya generasi desa yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Serang.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting sejak dini. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Layanan Kesehatan Desa Ditingkatkan Lewat Program ILP

PDF đź“„DEMAK – Upaya memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) …

nfrastruktur Terabaikan, Warga Desa Limau Manis Siap Turun ke Jalan

PDF đź“„DELISERDANG – Warga Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang mendesak Pemerintah Kabupaten …

Mahasiswa Dorong Produk Desa Ngujuran Naik Kelas

PDF đź“„TUBAN – Upaya peningkatan daya saing produk lokal desa mulai digencarkan melalui kolaborasi mahasiswa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *