KUDUS – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Piji memicu penumpukan material sampah kayu, bambu, dan batang pisang di sejumlah titik jembatan Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak Minggu (12/4/2026) sore hingga Senin (13/4/2026). Kondisi ini menyebabkan penyumbatan aliran sungai di bawah jembatan serta berpotensi mengganggu sistem drainase kawasan sekitar, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun banjir besar.
Fenomena tersebut terjadi pada aliran Sungai Piji yang membawa kiriman material dari wilayah hulu di Kecamatan Dawe menuju hilir di Mejobo. Tumpukan paling parah terpantau di Jembatan Kesambi 10, sementara Jembatan Kesambi 1 dan 2 juga mengalami penyumbatan serupa akibat struktur pilar yang menahan material kiriman. Kondisi ini mendorong percepatan penanganan lintas instansi untuk mencegah dampak lebih luas.
Kepala Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Mokhamad Masri, menjelaskan bahwa karakteristik aliran sungai dan struktur jembatan menjadi faktor utama terjadinya penumpukan sampah. “Di tiga jembatan itu masih ada pilarnya. Sehingga sampah menyumbat di area pilar-pilarnya. Kondisinya berbeda dengan jembatan lainnya yang memang sudah tidak ada pilarnya,” kata Masri.
Ia menambahkan bahwa material yang terbawa umumnya berasal dari kawasan lereng Pegunungan Muria. “Sampah yang menyumbat ya itu-itu saja berupa sampah bambu, sampah kayu, dan batang pisang. Paling sulit diangkat itu bambu dan batang pohon karena kalau sudah nyangkut di pilar sulit ditarik,” terangnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menegaskan bahwa kondisi ini merupakan pola berulang saat hujan deras terjadi di wilayah hulu. Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat di lokasi terdampak.
“Sampah muncul setiap ada hujan deras. Sampah tersebut berasal dari hulu di aliran Sungai Piji,” katanya kepada kumparan, Senin (13/4/2026).
Dari unsur infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus memastikan rencana pembongkaran Jembatan Kesambi 10 pada tahun ini sebagai solusi jangka panjang. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi potensi sumbatan akibat keberadaan pilar jembatan yang selama ini menjadi titik akumulasi material banjir kiriman.
Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menyebutkan bahwa rekonstruksi akan dilakukan menggunakan anggaran daerah. Ia menilai struktur lama sudah tidak lagi efektif menghadapi debit dan material kiriman dari hulu.
Di sisi lain, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS Pemali Juana) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, serta unsur pemerintah desa terus melakukan pembersihan manual dan monitoring lapangan untuk mempercepat pemulihan aliran sungai.
Meski hujan deras tidak menimbulkan banjir besar, pemerintah daerah mengingatkan potensi risiko hidrometeorologi tetap tinggi, termasuk banjir lokal akibat sumbatan material sungai. Upaya pencegahan jangka panjang melalui perbaikan infrastruktur dan pengelolaan sampah di hulu dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang di wilayah hilir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara