KUDUS – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, memicu banjir di kawasan Sungai Setro pada Minggu (12/4/2026) setelah aliran air tersumbat material sampah dan kayu di bawah jembatan, hingga meluap ke Jalan Pantura Kudus–Pati serta merendam permukiman dan lahan pertanian warga.
Kondisi tersebut mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Satker OPSDA) bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Banjir terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan tersumbatnya aliran sungai yang memperburuk debit air di kawasan tersebut.
“Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air serta sumbatan sampah dan material kayu di bawah jembatan, sehingga air meluap ke ruas Jalan Pantura Kudus–Pati dan berdampak pada permukiman serta area persawahan.”
Sebagai langkah respons cepat, tim gabungan melakukan monitoring lapangan, koordinasi lintas instansi, serta pembersihan material sumbatan secara manual di titik kritis aliran Sungai Setro. Upaya ini dilanjutkan dengan rapat koordinasi teknis dan aksi pembersihan pada 13 April 2026 untuk mempercepat pemulihan fungsi sungai.
Penanganan banjir tersebut melibatkan kolaborasi antara BBWS Pemali Juana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Pati, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Seluna, serta Pemerintah Desa Terban.
Sinergi lintas instansi tersebut difokuskan pada normalisasi aliran sungai serta pencegahan potensi banjir susulan. Selain penanganan teknis, pemerintah juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai agar tidak terjadi penyumbatan serupa di kemudian hari.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menjadi penanganan darurat, tetapi juga mendorong penguatan sistem mitigasi banjir berbasis kolaborasi dan partisipasi warga, terutama dalam menjaga fungsi sungai tetap optimal di wilayah hulu hingga hilir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara