Kampung Garang Terendam, Drainase Jebol Picu Banjir Besar

MANGGARAI – Pemerintah Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat sebanyak 28 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam permukiman warga di Kampung Garang akibat meluapnya saluran drainase utama pada Sabtu (11/04/2026). Selain merusak rumah warga, bencana tersebut juga menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah serta melumpuhkan aktivitas desa.

Kepala Desa Manong, Vinsensius Jebarus, telah menyampaikan laporan resmi terkait data korban dan estimasi kerugian kepada Bupati Manggarai dengan tembusan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai. Laporan tersebut memuat rincian nama warga terdampak beserta nilai kerugian yang mereka alami akibat banjir.

Sekretaris Desa Manong, Robertus Jampar, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari, yakni sejak Senin (6/4/2026) hingga Sabtu (11/4/2026), yang menyebabkan saluran drainase di Kampung Garang tidak mampu menampung debit air. “Ia mengatakan, banjir meluap karena selain karena kondisi saluran drainase kecil, juga terdapat tumpukan material seperti bebatuan, tanah dan kayu di dalam saluran itu, sehingga menyebabkan aliran tersumbat dan meluap ke pemukiman warga.”

Data pemerintah desa mencatat sedikitnya 28 rumah warga di empat wilayah kampung, yakni Dusun Garang, Lada, Laru, dan Kelumpag, terdampak banjir dengan tingkat kerusakan bervariasi. Kerugian warga berkisar antara Rp1 juta hingga Rp15 juta per kepala keluarga, dengan kerusakan meliputi perabot rumah tangga, peralatan elektronik, hingga bahan pangan yang ikut hanyut.

Beberapa nama warga yang terdampak di antaranya Teodorus Dodo dengan kerugian Rp5 juta, Belasius Lawur Rp15 juta, serta Yohanes Jerubu dengan total kerugian Rp2 juta, bersama puluhan warga lainnya yang telah didata pemerintah desa.

Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada fasilitas publik seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KB 1 yang terendam lumpur serta akses jalan utama desa yang lumpuh akibat tertutup material tanah dan batu. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terhenti dan sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Robertus menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun banyak warga kehilangan bahan pangan dan mengalami kerusakan berat pada barang-barang rumah tangga. “Dampak bencana banjir ini memang tidak ada korban jiwa, karena saat banjir terjadj banyak warga ada di kebun, saat pulang banjir sudah terjadi. Tetapi banyak perabot rumah tanggal, beras dan bahan makanan lain, terhanyut banjir dengan total taksasi kerugian oleh para korban mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa telah melakukan pendataan menyeluruh serta berkoordinasi dengan pihak kabupaten untuk penanganan darurat, termasuk permintaan bantuan bagi warga terdampak. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk pemulihan akses dan bantuan logistik agar aktivitas desa dapat kembali normal.

Peristiwa ini sekaligus menyoroti kembali kerentanan sistem drainase di wilayah tersebut yang dinilai belum mampu mengantisipasi intensitas hujan tinggi dan potensi banjir berulang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Bertahan dengan Sisa Anggaran, Ini Dampaknya

PDF đź“„LEBAK – Kebijakan pengalihan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026 untuk pembentukan Koperasi Desa …

Jaksa Garda Desa Digenjot, Tata Kelola Desa Diperkuat

PDF đź“„SULAWESI UTARA – Penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis pendampingan hukum kembali digencarkan melalui …

SPEDA Bentuk 8 Kepengurusan, Pemuda Desa Siap Bergerak

PDF đź“„JAKARTA – Upaya memperkuat peran pemuda desa dalam pembangunan nasional ditandai dengan pembentukan delapan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *