PAMEKASAN – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan meluncurkan program Motor Pintar sebagai inovasi perpustakaan keliling untuk menjangkau anak-anak di pedesaan dan meningkatkan minat baca di tengah keterbatasan akses literasi.
Program yang dijalankan pada 2026 ini memanfaatkan kendaraan dinas Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang dimodifikasi menjadi sarana pembawa buku ke permukiman warga. Dengan konsep tersebut, polisi hadir langsung ke titik-titik aktivitas anak, seperti lingkungan rumah dan area bermain di desa binaan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Pamekasan Yoni Evan Pratama menjelaskan, program ini merupakan inisiatif internal kepolisian untuk mendekatkan akses bacaan kepada anak-anak. “Motor Pintar hadir sebagai solusi kreatif untuk mengatasi keterbatasan akses buku bagi anak-anak di daerah terpencil,” ujarnya.
Melalui program ini, personel Bhabinkamtibmas membawa berbagai buku edukatif dan menyasar anak-anak di luar jam sekolah, seperti saat libur atau setelah pulang belajar. Kehadiran polisi dengan pendekatan humanis ini mendorong interaksi positif, sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Yoni menekankan bahwa program Motor Pintar tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda. “Membuka ‘jendela ilmu pengetahuan’ seluas-luasnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Selain membaca, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai disiplin, wawasan kebangsaan, serta mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat desa.
Dukungan terhadap program ini datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Ketua DPRD Pamekasan Ali Maskur menilai program tersebut sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan budaya baca di desa. “Program ini sangat positif dan inovatif. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Ke depan, Polres Pamekasan juga merancang sejumlah penguatan program literasi, antara lain pelatihan membaca dan menulis kreatif, penyediaan pojok baca di fasilitas umum, hingga penyelenggaraan lomba literasi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pedesaan secara berkelanjutan.
Meski demikian, tantangan seperti ketersediaan buku dan koordinasi lintas sektor masih perlu diatasi agar program dapat berjalan optimal. Dengan dukungan berbagai pihak, Motor Pintar diharapkan menjadi model pengembangan literasi desa yang dapat direplikasi di daerah lain. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara