FLORES TIMUR – Gempa bumi berkekuatan 4,7 magnitudo yang mengguncang Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/4/2026) malam, menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka dan kerusakan rumah, termasuk seorang lansia yang tertimpa reruntuhan bangunan saat sedang tidur.
Korban bernama Rugaya Ahmad (68) mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa material bangunan rumah yang roboh saat gempa terjadi. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang berada di dalam rumah sebelum akhirnya berusaha menyelamatkan diri.
“Waktu gempa saya ada di dalam rumah, pas saya bangun, tembok runtuh dan batu jatuh kena saya punya kepala, saya bangun dari tempat tidur kan, saya cari cucu, tembok runtuh dan kena saya punya kepala itu, tidak rasa itu, saat itu juga saya rasa darah mengalir, ” ujarnya Jumat (10/4/2026).
Dalam situasi panik, korban sempat mencari cucunya di tengah reruntuhan sebelum akhirnya keluar rumah dalam kondisi terluka. Ia mengaku baru menyadari luka di kepalanya setelah merasakan darah mengalir saat berada di luar rumah.
Pasca kejadian, Rugaya bersama sejumlah warga lainnya yang mengalami luka mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.
Hingga kini, warga Desa Terong masih memilih bertahan di tenda darurat yang disediakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah tersebut diambil karena warga masih trauma dan khawatir terhadap potensi gempa susulan, serta kondisi rumah yang mengalami kerusakan dan retakan pada dinding maupun lantai.
Peristiwa ini menambah daftar dampak gempa bumi di wilayah NTT yang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma bagi masyarakat, khususnya di wilayah desa terdampak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara