Denpasar Perluas Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga

DENPASAR – Pemerintah Desa (Pemdes) Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, mempercepat penerapan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui distribusi compost bag kepada warga, dengan capaian 2.100 unit dari target 2.500 penerima sejak awal Maret 2026.

Program ini dirancang untuk mendorong pemilahan sampah organik langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga, guna mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat desa. Penyaluran dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) bagi warga non-Kartu Keluarga (KK) desa, serta penyediaan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Distribusi dilakukan secara bertahap dengan sistem jemput bola di tingkat banjar, serta layanan pengambilan langsung di kantor desa setiap hari kerja. Pada Kamis (2/4/2026), pembagian di Kantor Desa Tegal Harum berlangsung tertib, di mana warga diwajibkan membawa fotokopi KK dan menerima penjelasan penggunaan sebelum membawa compost bag.

Perbekel Desa Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara, menyatakan bahwa desanya termasuk yang lebih cepat dalam merealisasikan program ini dibanding wilayah lain di Denpasar.

“Kami termasuk yang pertama di Kota Denpasar, bersama Desa Kertalangu. Desa-desa lain masih terhambat dalam pengadaan compost bag, sementara kami sudah selesai sehingga dapat menyasar warga luar Desa Tegal Harum, termasuk menjual melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

Compost bag merupakan kantong khusus untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan daun menjadi kompos dengan bantuan bioactivator. Metode ini dinilai praktis karena tidak memerlukan lahan luas serta mampu meminimalkan bau dan hama.

Dalam praktiknya, sampah organik dicacah, dimasukkan ke dalam kantong, lalu disemprot cairan bioactivator agar proses penguraian berlangsung optimal. Dalam waktu sekitar 30 hingga 40 hari, sampah dapat berubah menjadi pupuk kompos siap pakai.

Selain pembagian gratis, warga juga dapat membeli compost bag secara mandiri melalui Koperasi Desa Merah Putih dengan harga sekitar Rp100.000 per unit berkapasitas 200 liter.

Meski capaian distribusi cukup tinggi, Pemdes Tegal Harum mengakui masih terdapat kendala dalam pemerataan penyaluran di sejumlah banjar. Faktor luas wilayah dan kesibukan warga menjadi tantangan dalam meningkatkan partisipasi.

“Di beberapa banjar serapannya mencapai 100 persen, tapi ada wilayah yang masih rendah karena aksesnya cukup luas. Selain itu, kesibukan warga juga memengaruhi partisipasi mereka untuk mengambil alat ini,” jelasnya.

Pemdes juga menilai perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah membutuhkan waktu. Oleh karena itu, upaya edukasi terus dilakukan melalui sosialisasi langsung, pelibatan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu, serta pemanfaatan grup WhatsApp sebagai media komunikasi.

“Sebenarnya tidak ada permasalahan lagi terkait pemilahan sampah organik apabila masyarakat dapat memanfaatkan sarana yang telah kami berikan,” tambahnya.

Sejumlah warga mulai merasakan manfaat dari program ini. Rizal, salah satu warga, menyebut compost bag membantu proses pengelolaan sampah di rumah.

“Kantong kompos ini pastinya membantu pemilahan sampah, karena sampah organik bisa dimanfaatkan di rumah sebagai pupuk kompos dan juga mengajarkan masyarakat untuk bercocok tanam,” ujarnya.

Warga lainnya, Sugito, juga mengaku terbantu dengan kepraktisan alat tersebut dalam memisahkan sampah sejak dari dapur.

“Dulu sampah sering dicampur, sekarang kalau sudah ada kantongnya jadi lebih gampang dipisah sejak dari dapur,” tuturnya.

Program serupa mulai diadopsi oleh sejumlah desa lain di Kota Denpasar, menunjukkan tren pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga yang semakin meluas sebagai solusi lingkungan perkotaan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

BPBD Ungkap Enam Desa Bogor Terdampak Kekeringan, Puluhan Ribu Liter Air Disalurkan

PDF đź“„BOGOR – Enam Desa Terdampak Krisis Air, BPBD Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih …

Inovasi Sampah hingga UMKM Jadi Program Utama KKN Mahasiswa Unsoed

PDF đź“„BANYUMAS – Sebanyak 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto resmi diterjunkan untuk melaksanakan …

Petani Iuran hingga Jutaan Rupiah Demi Jalan Desa yang Lebih Layak

PDF đź“„LEBAK – Aksi gotong royong warga Desa Girilaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, memperbaiki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *