JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode Minggu (5/4/2026) hingga Senin (6/4/2026), dengan dampak terhadap ratusan keluarga di beberapa daerah, meski sebagian besar kondisi kini mulai berangsur membaik.
Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB mencatat banjir terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Jembrana (Jembrana), Provinsi Bali dan Kabupaten Donggala (Donggala), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Di Jembrana, banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, berdampak pada 64 keluarga. Namun, kondisi air dilaporkan telah surut pada hari yang sama tanpa adanya pengungsian.
Sementara itu, di Donggala, banjir yang dipicu meluapnya Sungai Mapaga akibat hujan lebat sejak Jumat (3/4/2026) berdampak pada 525 keluarga di tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Sirenja dan Kecamatan Balaesang. Kondisi banjir di wilayah ini juga dilaporkan mulai surut pada Minggu (5/4/2026).
Bencana serupa turut terjadi di Kabupaten Bogor (Bogor), Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang sebelumnya terdampak banjir di 11 desa pada Sabtu (4/4/2026). Sebanyak 678 keluarga atau 1.926 jiwa terdampak, dengan kerusakan meliputi satu rumah rusak berat, satu rumah rusak ringan, serta tiga fasilitas pendidikan terdampak. Kondisi genangan dilaporkan telah surut pada Minggu malam.
Selain banjir, angin kencang juga melanda Desa Sumber Urip di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong (Rejang Lebong), Provinsi Bengkulu. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) tersebut mengakibatkan 17 rumah rusak berat dan 13 rumah rusak ringan, tanpa adanya korban jiwa.
BNPB mengimbau pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.
Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem antara lain Sumatra Barat, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain ancaman hidrometeorologi, masyarakat juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api.
Sebagai langkah mitigasi, BNPB mendorong setiap keluarga memiliki rencana kesiapsiagaan bencana, termasuk melalui latihan evakuasi secara rutin guna meminimalkan risiko saat terjadi bencana. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara