PMI dan Relawan Lokal Sigap Bantu Warga Terdampak Banjir

CIANJUR – Curah hujan tinggi yang disertai luapan sungai menyebabkan banjir menggenangi tujuh desa di dua kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ketinggian air mencapai satu meter di beberapa titik, merendam rumah warga, memutus akses jalan utama, dan menenggelamkan lahan pertanian seluas sekitar 200 hektar, mengancam produksi padi pada musim tanam berikutnya.

Kepala Desa (Kades) Cibadak Rudi Hartono menyampaikan, “45 rumah rusak total dan 120 rumah mengalami kerusakan struktural,” menambahkan bahwa beberapa keluarga kehilangan harta benda berharga yang tidak dapat diganti dengan cepat.

Warga di Desa Cibadak, Cikaret, Sukamaju, Cikondang, Karangpucung, Sukaraja, dan Cikujang terdampak paling parah. Sebagian besar rumah berada di lantai dasar tanpa ruang aman dari banjir, sehingga lebih dari 300 orang dievakuasi ke posko sementara yang dibangun di balai desa masing‑masing, lengkap dengan makanan, air bersih, dan selimut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan ekstrem dipicu sistem monsun barat laut, meningkatkan debit sungai Cikajang. BMKG memperingatkan potensi banjir lanjutan selama tiga hari ke depan jika hujan terus mengguyur wilayah selatan Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengaktifkan tim tanggap darurat untuk memantau ketinggian air secara real‑time dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk menilai kerusakan lahan pertanian. Balai Desa Cikaret menjadi pusat distribusi bantuan sembako dari Badan Sosial Pemkab, sementara Pemprov Jawa Barat menyiapkan dana darurat sebesar dua miliar rupiah. Infrastruktur drainase yang kurang memadai juga dijanjikan akan diperbaiki, termasuk proyek revitalisasi sungai dan pembangunan tanggul kecil.

Ahli hidrologi Universitas Padjadjaran Dr. Siti Nurhaliza menilai peningkatan intensitas hujan sebagai dampak perubahan iklim regional. Ia menyarankan penerapan sistem peringatan dini berbasis sensor otomatis di titik-titik rawan banjir. Warga diminta mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi desa dan media lokal.

Proses evakuasi dan penyelamatan dibantu petugas pemadam kebakaran dan kepolisian untuk mengamankan area terdampak. Beberapa sekolah ditutup sementara dan proses belajar dipindahkan ke ruang kelas temporer di posko evakuasi. Relawan lokal dan Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan makanan, obat-obatan, serta layanan pertolongan pertama. Survei awal menunjukkan tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan. Tim medis mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan untuk mencegah penyebaran penyakit menular.[]

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Destinasi Api Tak Kunjung Padam Lesu, Pedagang Berharap Libur Idul Adha

PDF đź“„PAMEKASAN – Lesunya kunjungan wisatawan ke destinasi Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan …

Pemkab Kubu Raya Bidik Batu Ampar Jadi Magnet Wisata Alam

PDF đź“„KUBU RAYA destinasi wisata unggulan, ekonomi masyarakat, pengembangan pariwisata, lingkungan mangrove, wisata alam Kalbar …

Dapat Bantuan CSR, Pesona Garda Siap Jadi Destinasi Unggulan Kabupaten Semarang

PDF đź“„KABUPATEN SEMARANG – Pengembangan Desa Wisata (Deswita) Pesona Garda di Dusun Dawung, Desa Candirejo, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *