BELU – Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa mendapat dorongan nyata melalui program SMK Membangun Desa yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini menekankan keterampilan praktis berbasis potensi lokal, sekaligus mengubah persepsi SMK tidak sekadar tempat belajar teori, melainkan sebagai pusat produksi dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Program ini digelar di Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Belu, sejak 29 Maret hingga 1 April 2026, dengan dihadiri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) NTT, Ambrosius Kodo, dan rombongan. Menurut Ambrosius, kegiatan ini merupakan implementasi peran SMK sebagai center of excellence dalam pengembangan sumber daya manusia desa.
“Program SMK Membangun Desa ini kami dorong sebagai upaya nyata menghadirkan sekolah ke tengah masyarakat, bukan hanya sebagai tempat belajar teori, tetapi sebagai pusat produksi dan pengembangan keterampilan,” tegas Ambrosius.
Kegiatan pelatihan mencakup tenun ikat, menjahit, dan pengolahan pangan lokal, dengan peserta prioritas anak usia sekolah yang putus sekolah. Seluruh pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan dukungan tenaga pendamping dari SMK yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Belu, termasuk SMK Negeri 3 Kupang.
Ambrosius menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. “SMK harus menjadi motor penggerak. Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang bisa dipasarkan,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Belu, Elly Ch. Rambitan, menegaskan harapannya agar program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh 69 desa di kabupaten tersebut. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar dilaksanakan, tetapi harus memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat,” kata Elly.
Elly juga mengapresiasi dukungan Pemprov NTT yang memfasilitasi pelatihan, sehingga masyarakat mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal meningkatkan pendapatan serta menekan angka kemiskinan. Ia mengajak generasi muda, khususnya yang putus sekolah, memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. “Bagi anak-anak muda, terutama yang putus sekolah, ini kesempatan yang sangat baik untuk menambah keterampilan sebagai bekal masa depan,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara