TAPANULI, SELATAN DESA – NUSANTARA: Mahasiswa dan dosen Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Mahasiswa Berdampak melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan dan pendampingan kepada warga terdampak banjir di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lobang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak pascabencana, khususnya dalam meningkatkan pemahaman terkait kesehatan serta layanan kefarmasian.
Program pengabdian yang bertajuk “Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Pasca Bencana Melalui Pelayanan Kefarmasian dan Edukasi Kesehatan” berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 2 Februari hingga 7 Maret 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pemberian edukasi kesehatan, pendampingan masyarakat, serta peningkatan kesadaran mengenai penggunaan obat yang tepat di tengah kondisi pascabencana.
Ketua Tim PKM Program Mahasiswa Berdampak Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan, Apt. Cory Linda Futri Hrp, M.Farm, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dunia akademik terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.
“Apt. Cory Linda Futri Hrp, M.Farm, Ketua Tim PKM Program Mahasiswa Berdampak Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan, Rabu (11/3/2026) mengatakan, Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana khususnya pada aspek Kesehatan dan Layanan Kefarmasian.”
Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan berbagai materi edukasi kesehatan, pendampingan penggunaan obat, serta layanan konsultasi kefarmasian kepada masyarakat setempat. Langkah ini diharapkan dapat membantu warga meningkatkan kualitas hidup sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
Selain memberikan edukasi, tim juga berupaya memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan penggunaan obat secara rasional sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit pascabencana.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara