HALMAHERA, SELATAN DESA – NUSANTARA: Forum perencanaan tersebut dipimpin langsung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan dihadiri unsur pemerintah desa, BPD, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta mahasiswa. Musdes menjadi ruang strategis untuk menentukan arah kebijakan pembangunan desa sekaligus menetapkan skala prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2026.
Dalam pembahasan, sejumlah program prioritas mencuat sebagai fokus utama, di antaranya penguatan ketahanan pangan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), percepatan penanganan stunting, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar desa.
Kepala Desa Tabapoma, Misra Hi. Hasim, menegaskan pentingnya Musdes sebagai wadah pengambilan keputusan tertinggi di tingkat desa. “Musyawarah ini adalah wadah untuk menyerap seluruh usulan warga. Kami ingin program tahun 2026 benar-benar sesuai kebutuhan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Misra kepada wartawan, “Selasa, 24 Februari 2026.”
Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan ditempatkan sebagai prioritas utama karena memiliki dampak jangka panjang terhadap kemandirian ekonomi warga. Program tersebut diarahkan pada pengembangan sektor pertanian serta pemberdayaan masyarakat desa.
Selain itu, pemerintah desa tetap mengalokasikan BLT bagi warga kurang mampu dan melanjutkan program pencegahan serta penanganan stunting. “Kami fokus pada ketahanan pangan agar masyarakat lebih mandiri secara ekonomi. BLT tetap kami salurkan bagi warga kurang mampu, dan penanganan stunting menjadi perhatian serius demi masa depan anak-anak di Desa Tabapoma,” tambahnya.
Pelaksanaan Musdes, menurutnya, dilakukan secara terbuka dan partisipatif untuk memastikan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Semua hasil musyawarah akan kami kawal hingga dituangkan dalam APBDes 2026. Transparansi dan partisipasi menjadi prinsip utama dalam penyusunan program,” katanya.
Ia berharap BPD bersama jajaran pemerintah desa dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar seluruh program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. “Kami berkomitmen mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Melalui Musdes ini, Desa Tabapoma menegaskan komitmen membangun desa berbasis aspirasi masyarakat dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan pada kebutuhan riil warga.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara