Desa BRILiaN Perkuat Fondasi Ekonomi Desa di Indonesia

JAKARTA, DESA – NUSANTARA: Penguatan desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional terus menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Desa BRILiaN yang secara konsisten mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal dan pembangunan berkelanjutan.

Hingga akhir tahun 2025, Program Desa BRILiaN tercatat telah menjangkau 5.000 desa di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini menegaskan peran program tersebut sebagai salah satu instrumen utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem usaha di tingkat desa.

Program Desa BRILiaN yang diluncurkan pada tahun 2020 dirancang sebagai upaya pengembangan ekonomi desa berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs ). Implementasinya bertumpu pada empat pilar utama, yakni penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) atau koperasi desa, digitalisasi, keberlanjutan , serta inovasi.

Dalam perjalanannya, Desa BRILiaN berkembang menjadi model pengembangan desa yang terstruktur dan terintegrasi, sekaligus mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan di tingkat lokal maupun nasional.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa program ini dirancang agar dapat direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik yang beragam.
“Program Desa BRILiaN menjadi salah satu instrumen strategi BRI dalam memperluas dampak pembangunan desa. Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, BRI mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya lewat keterangan resmi, Kamis 29 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo. Menurutnya, Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah menjadi landasan penting dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Selain Program Desa BRILiaN, BRI juga menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas yang terintegrasi. Hingga tahun 2025, BRI telah membentuk lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah guna memperkuat kapasitas dan kolaborasi pelaku usaha lokal.

Penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga didukung melalui platform digital LinkUMKM yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 14,98 juta pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, memperkuat jejaring usaha, serta meningkatkan inklusi layanan keuangan.

Upaya tersebut semakin dilengkapi dengan pengelolaan 54 Rumah BUMN serta penyelenggaraan 18.218 pelatihan yang mencakup penguatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Penguatan desa merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara desa dan ekonomi modern, memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Akhmad.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Kerja Sama Indonesia-Malaysia Buka Peluang Ekonomi Desa

PDF đź“„JAKARTA – Akses pasar internasional bagi produk desa menjadi salah satu fokus kerja sama …

Koperasi Desa hingga Hilirisasi Masuk Agenda Penguatan Ekonomi

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah menempatkan pemenuhan pangan, penanganan kelaparan anak, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penciptaan …

Cuaca Buruk Tekan Perdagangan, Desa Pesinggahan Ubah Strategi

PDF đź“„KLUNGKUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Pesinggahan menyiapkan diversifikasi usaha untuk menjaga kios ikan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *