Desa Wisata Pleret Dibidik Jadi Destinasi Unggulan Sejarah Mataram Islam

BANTUL – Penguatan fasilitas wisata dan pengembangan narasi sejarah menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan daya saing Desa Wisata Bumi Mataram Pleret, Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui peninjauan lapangan pada Rabu (21/10/2026), Forum Kepariwisataan Kabupaten Bantul mengidentifikasi kebutuhan pengembangan destinasi yang menggabungkan warisan Mataram Islam, wisata pertanian, dan pemberdayaan masyarakat.

Peninjauan tersebut menjadi tindak lanjut rapat Forum Kepariwisataan yang digelar pada 13 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk melihat langsung potensi destinasi, kondisi fasilitas, serta kebutuhan yang dapat diusulkan dalam program pengembangan pariwisata pada 2027.

Ketua Desa Wisata Bumi Mataram Pleret, Tsalis Nur Sholikhah, memaparkan kondisi kelembagaan, potensi wisata, serta rencana pengembangan jangka pendek dan jangka panjang. Potensi yang diidentifikasi meliputi wisata sejarah dan budaya, edukasi pertanian, pemberdayaan kelompok masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Salah satu kekuatan utama Pleret adalah keterkaitannya dengan sejarah Mataram Islam, terutama pada masa pemerintahan Sultan Agung. Kekayaan sejarah tersebut dinilai dapat menjadi identitas utama destinasi apabila dikembangkan melalui penyajian informasi yang menarik, penataan lokasi, dan keterhubungan antarsitus bersejarah.

Sebagaimana diberitakan Kompasiana, Rabu, (21/10/2026), forum tersebut juga menyoroti gagasan pengembangan narasi mengenai kedatangan Sultan Agung di Pleret dan pembangunan pusat pemerintahan, termasuk kawasan Keraton Kerto. Pengembangan cerita sejarah itu perlu ditopang kajian dan sumber sejarah yang memadai agar informasi yang disampaikan kepada pengunjung dapat dipertanggungjawabkan.

Harapan agar Pleret memiliki destinasi yang menceritakan awal kedatangan Sultan Agung untuk membangun keraton juga dikaitkan dengan harapan Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Gagasan tersebut membuka peluang bagi pengelola untuk menyusun pengalaman wisata yang tidak hanya menampilkan situs, tetapi juga menjelaskan perjalanan sejarah dan warisan budaya Mataram Islam.

Selain aspek sejarah, forum menilai pengembangan destinasi perlu disertai pembenahan fasilitas. Kebutuhan yang menjadi perhatian mencakup akses jalan, papan petunjuk arah, penataan tempat parkir, toilet yang ramah penyandang disabilitas, serta kemungkinan penyediaan layanan angkutan penghubung antarlokasi wisata.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata daerah perlu terus didorong agar memiliki daya saing dan dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat. Desa Wisata Bumi Mataram Pleret karena itu didorong mengajukan kebutuhan secara terarah kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan sesuai bidangnya.

Usulan tersebut perlu disertai data kondisi lapangan, kebutuhan teknis, lokasi prioritas, dan manfaat program. Dengan demikian, perangkat daerah dapat menelaah setiap kebutuhan berdasarkan skala prioritas, kewenangan, serta ketersediaan anggaran.

Peninjauan juga dilakukan ke Museum Pleret, Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Gemari Kedaton, dan kawasan wisata pertanian Banyu Kencono di Karet, Pleret. Ketiga lokasi tersebut menunjukkan peluang pengembangan wisata yang menghubungkan sejarah, pertanian, edukasi, dan kegiatan produktif masyarakat.

Museum Pleret berpotensi memperkuat wisata edukasi sejarah, sedangkan KWT Puspa Gemari Kedaton merepresentasikan pemberdayaan perempuan, kegiatan pertanian, pengolahan produk lokal, dan pemanfaatan pekarangan. Adapun Banyu Kencono dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi pertanian sekaligus rekreasi.

Keterhubungan lokasi-lokasi tersebut membuka peluang penyusunan paket wisata terpadu. Pengunjung dapat mengenal sejarah Pleret sekaligus melihat kegiatan pertanian dan pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan setempat.

Dalam peninjauan itu, rombongan turut melibatkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Perhubungan, perwakilan bidang perumahan dan permukiman, bina marga serta cipta karya dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), serta jajaran bidang pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif dari Dinas Pariwisata.

Rombongan juga disambut pengurus desa wisata, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tono, dan Anang Jatmiko selaku pelaksana kegiatan bidang kepariwisataan dari Pemerintah Kalurahan Pleret.

Hasil peninjauan diharapkan ditindaklanjuti melalui penyusunan daftar kebutuhan, usulan program, dan rencana penanganan yang terukur. Program dukungan dari OPD ditargetkan untuk diusulkan dan ditindaklanjuti pada 2027 dengan mempertimbangkan urgensi kebutuhan serta kemampuan anggaran.

Bagi Desa Wisata Bumi Mataram Pleret, tindak lanjut tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah kalurahan, pengelola destinasi, kelompok masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemerintah daerah.

Dengan pengembangan yang terarah, Pleret diharapkan mampu memadukan sejarah Mataram Islam, budaya, pertanian edukatif, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kawasan wisata yang saling terhubung. Penguatan fasilitas dan kerja sama lintas sektor menjadi bagian penting agar potensi lokal dapat berkembang menjadi destinasi berkarakter sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. []

Redaksi02

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kades Balingasal Ikuti Bimtek, Persiapan Pengisian BPD Mulai Diperkuat

PDF 📄KEBUMEN – Persiapan pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2027–2035 menjadi perhatian Pemerintah …

Kelompok Tani Nanganesa Andalkan Sayuran untuk Memenuhi Kebutuhan Pasar

PDF 📄ENDE – Pengembangan sayuran hortikultura menjadi salah satu upaya Kelompok Tani Suka Maju di …

BUMDes Gegempalan Garap Lahan 0,3 Hektare, Semangka Mulai Dipanen

PDF 📄CIAMIS – Pemanfaatan lahan tadah hujan menjadi peluang pengembangan usaha pertanian di Desa Gegempalan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *