BONE BOLANGO – Pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir menjadi perhatian dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar serentak di 35 puskesmas di Provinsi Gorontalo, Rabu (14/10/2026). Program tersebut menjangkau 2.037 nelayan dan menjadi bagian dari upaya deteksi dini penyakit, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, itu turut diisi pelayanan pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP), Selvi Ananda Rakabuming, meninjau langsung kegiatan tersebut. Peninjauan itu didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dan Ketua Tim Pembina Posyandu Nani Ismail Mokodongan, sebagaimana diberitakan RRI, Rabu (14/10/2026).
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi nelayan merupakan inisiatif SERUNI KMP yang kemudian didukung Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo. Layanan tersebut dilaksanakan secara serentak di 35 puskesmas yang berada di wilayah pesisir kabupaten dan kota se-Gorontalo.
“CKG hari ini khusus untuk nelayan atas inisiatif SERUNI KMP. Dinkes Provinsi Gorontalo menyambut inisiatif itu dengan melaksanakan secara serentak di 35 puskesmas di wilayah pesisir,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Kesehatan) Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa.
Menurut Anang, pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) tersebut melibatkan tenaga medis untuk mendukung pemeriksaan masyarakat pesisir. Pelayanan kepada ribuan nelayan itu ditopang sembilan dokter spesialis penyakit dalam dan 35 dokter umum.
“Total warga nelayan yang dilayani pada CGK ini sebanyak 2.037 orang. Pelaksanaan CKG didukung oleh sembilan dokter spesialis penyakit dalam dan 35 dokter umum,” ujar Anang.
CKG merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program ini bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini dan mendorong pola hidup sehat, dengan jenis pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan kelompok umum serta siklus hidup peserta.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut juga mencakup penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial sebesar Rp105.495.000 kepada 53 pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial. Bantuan itu diberikan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah, dukungan usaha bengkel, usaha sembako, serta sarana kamar.
Pada layanan Posyandu, SERUNI KMP turut memberikan bantuan PMT untuk balita dan ibu hamil. Rangkaian kegiatan tersebut menggabungkan pelayanan kesehatan dasar dengan dukungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara serentak di wilayah pesisir diharapkan memperluas kesempatan nelayan memperoleh layanan kesehatan dan membantu mendeteksi risiko penyakit lebih awal. Keberlanjutan layanan serupa menjadi penting agar manfaat pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau masyarakat pesisir secara lebih luas. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara