CIAMIS – Perawatan Sungai Cibuyut di Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian bersama melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat, pemerintah, kepolisian, dan organisasi kemasyarakatan pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk membersihkan dan menormalisasi sungai sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana serta menjaga lingkungan permukiman.
Kegiatan berlangsung pukul 07.30 hingga 10.30 WIB dalam rangka memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional. Berbagai unsur bergabung membersihkan aliran sungai, dengan harapan pemeliharaan lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi berlanjut melalui keterlibatan masyarakat.
Gotong royong dipimpin Ketua Karang Taruna Desa Jelat, Boni Alexandra. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ciamis Alan Dahlan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani, Camat Baregbeg Eka Yudha Katresna, Kepala Satuan Samapta Kepolisian Resor (Polres) Ciamis Zezen Zaenal Mutaqin, serta Kepala Desa (Kades) Jelat Arga Susyla Prayoga.
Kegiatan tersebut juga melibatkan personel pengendalian massa (Dalmas) Polres Ciamis, BPBD Kabupaten Ciamis, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUTRP) Kabupaten Ciamis, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cibuyut, Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis, serta SC 234 Ciamis.
Sebelum normalisasi dimulai, peserta mengikuti penyuluhan HIV/AIDS dan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) bersama Puskesmas Ciamis. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan dan normalisasi sungai, serta pelepasan benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem perairan.
Kapolres Ciamis Eko Iskandar melalui Kapolsek Ciamis Alan Dahlan menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian merupakan bagian dari dukungan terhadap mitigasi bencana dan kerja sama lintas sektor, sebagaimana diberitakan Min.co.id, Selasa, (13/10/2026).
Menurut Alan, normalisasi sungai diperlukan untuk membantu menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi potensi penyumbatan yang dapat memperburuk risiko bencana. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan membiasakan gotong royong untuk merawat lingkungan.
Bagi warga Desa Jelat, upaya menjaga sungai memerlukan perhatian berkelanjutan. Pembersihan yang dilakukan bersama-sama perlu diikuti kebiasaan menjaga kebersihan dan pemantauan kondisi aliran sungai agar sampah tidak kembali menumpuk.
Dalam keterangan penyelenggara, seorang warga Desa Jelat mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan untuk menjaga kebersihan sungai serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Normalisasi merupakan salah satu langkah pengurangan risiko bencana, tetapi tidak menjamin banjir dapat sepenuhnya dicegah. Risiko tetap dipengaruhi curah hujan, kapasitas sungai, kondisi daerah aliran sungai, dan faktor lingkungan lainnya.
Karena itu, keberlanjutan gotong royong dan kepedulian warga menjadi bagian penting dalam menjaga Sungai Cibuyut. Perawatan yang dilakukan secara berkala diharapkan dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih dan membantu mengurangi risiko akibat terganggunya aliran air. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara