Kemendes Tekankan Pendampingan Berkelanjutan untuk Kopdes Merah Putih

JAKARTA – Keberlanjutan usaha Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dinilai membutuhkan pendampingan setelah bantuan pemerintah diberikan. Tanpa fasilitasi lanjutan, peralatan produksi, modal, dan pelatihan berisiko tidak berkembang menjadi kegiatan usaha yang mampu menopang perekonomian desa dalam jangka panjang.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Samsul Widodo, menekankan bahwa pendampingan tidak cukup hanya dilakukan selama program berlangsung. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Penyerasian Tata Kelola, Pencitraan Media, dan Jejaring Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Lintas Negara di Jakarta, Senin (12/10/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (12/10/2026).

“Ini (pendampingan berkelanjutan) sebenarnya sangat penting dan tidak terlihat, karena sering kali pemerintah menyediakan peralatan produksi, mesin produksi, dan pelatihan, modal, hanya dalam satu tahun pada tahun program. Setelah itu tidak ada fasilitasi sejenisnya”

Menurut Samsul, bantuan yang diberikan pemerintah perlu diikuti pembinaan agar koperasi mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dukungan tersebut bukan hanya menyangkut ketersediaan sarana dan modal, melainkan juga kemampuan pengelola dalam menjalankan organisasi serta mengembangkan kegiatan usaha.

Bagi desa, penguatan koperasi diharapkan dapat membantu mengonsolidasikan produk petani, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari kemampuan koperasi memanfaatkan dukungan tersebut untuk menjalankan kegiatan usaha.

Samsul menyoroti sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia (SDM), produksi, pemasaran, distribusi, hingga keuangan. Kemampuan mengatur kualitas produksi dan menyalurkan barang secara konsisten juga menjadi bagian penting agar usaha koperasi dapat berkembang.

“Ada isu mengenai manajemen produksi, ada isu mengenai manajemen pemasaran dan logistik, ada isu mengenai manajemen keuangan dan sebagainya,” ujar Samsul Widodo.

Penguatan pendampingan dan tata kelola diharapkan dapat membantu koperasi mengoptimalkan bantuan yang telah diterima, sekaligus memperbesar peluang produk petani desa menjangkau pasar secara berkelanjutan. []

Redaksi02

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Harga Ayam Tembus Rp38.000 per Kilogram, Bulog Siapkan 150.000 Ton Jagung

PDF đź“„MATARAM – Kenaikan harga ayam ras di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Nusa Tenggara …

Perbaiki Jembatan Sedanau, Babinsa, Aparat, dan Warga Kompak Bergotong Royong

PDF đź“„ANAMBAS – Perbaikan jembatan yang menjadi akses warga menuju permukiman dan Pelabuhan Sedanau di …

Program Desa Devisa Perkuat Ekonomi 10 Desa di Bangka Tengah

PDF đź“„Sebanyak 10 desa di Bangka Tengah masuk program Desa Devisa dengan komoditas lada putih, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *