SANGATTA – Keterbatasan akses jalan masih menjadi pekerjaan penting bagi masyarakat Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim pada 12 Oktober 2026. Sekitar 17 kilometer jalan dilaporkan belum memiliki akses sama sekali, terutama berkaitan dengan wilayah Desa Tanjung Manis dan Desa Sandaran.
Penjabat (Pj) Camat Sandaran Mulyadi mengatakan, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dapat menjangkau wilayah pelosok agar aktivitas warga dan pelayanan pemerintahan desa maupun kecamatan berjalan lebih mudah.
“Harapan masyarakat Sandaran tidak muluk-muluk. Cuma bagaimana ada akses jalan tembus sampai ke pelosok desa-desa sehingga bisa memudahkan proses pemerintahan, baik desa maupun kecamatan,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, ketersediaan jalan yang memadai tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menentukan kemudahan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik. Konektivitas antardesa dibutuhkan agar urusan administrasi pemerintahan dan aktivitas sehari-hari warga tidak terus terkendala kondisi geografis.
Saat ini, sebagian perjalanan menuju wilayah Sandaran masih harus melewati Kabupaten Berau, antara lain melalui Batu Putih dan Talisayan sebelum mencapai Kaubun. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya peningkatan konektivitas agar mobilitas masyarakat antardaerah dapat berlangsung lebih mudah.
Kebutuhan pembukaan akses sepanjang sekitar 17 kilometer menjadi perhatian khusus karena berkaitan dengan wilayah yang belum terhubung jalan. Desa Tanjung Manis dan Desa Sandaran disebut sebagai wilayah yang membutuhkan perhatian dalam upaya meningkatkan keterjangkauan infrastruktur.
Selain jalan, masyarakat Sandaran juga berharap pemerataan infrastruktur dasar, termasuk akses listrik, terus ditingkatkan. Ketersediaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang perkembangan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kecamatan Sandaran juga memiliki potensi wisata alam, di antaranya Air Terjun Langgar Duai, Danau Sampang, Pantai Indah, dan Pulau Birah-Birahan. Potensi tersebut berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik wisata apabila didukung infrastruktur dan aksesibilitas yang memadai.
Menjelang HUT ke-27 Kutim, kebutuhan masyarakat Sandaran menjadi pengingat pentingnya pemerataan pembangunan hingga wilayah pelosok. Peningkatan konektivitas diharapkan dapat memperlancar pelayanan pemerintahan, mendukung aktivitas ekonomi, serta membuka peluang pengembangan potensi desa tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara