BULELENG – Pemerintah Desa Tamblang mengajak masyarakat memperkuat kerukunan antarumat beragama, meningkatkan kewaspadaan lingkungan, dan menolak segala bentuk kekerasan menjelang peringatan 24 tahun tragedi Bom Bali I pada 12 Oktober 2026. Refleksi sejarah tersebut diarahkan untuk memperkuat kehidupan masyarakat desa yang aman, harmonis, dan damai.
Peringatan tragedi yang terjadi pada 12 Oktober 2002 itu menjadi momentum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mengenang para korban sekaligus mengambil pelajaran tentang pentingnya menjaga persatuan. Tragedi kemanusiaan tersebut meninggalkan duka mendalam, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Pemerintah Desa Tamblang mengajak warga mengheningkan cipta, mendoakan para korban yang meninggal dunia, serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat ingatan kolektif agar tragedi serupa tidak terulang.
Dalam kehidupan masyarakat desa, nilai persaudaraan Menyama Braya menjadi salah satu landasan untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang.
Selain menjaga kerukunan, pemerintah desa menekankan pentingnya memperkuat keamanan lingkungan. Peran masyarakat dalam Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana yang kondusif dan menjaga ketenteraman wilayah.
Pemerintah desa juga menyoroti pentingnya edukasi bagi generasi muda agar memiliki pemikiran terbuka, menjunjung perdamaian, dan menolak radikalisme maupun tindakan kekerasan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menanamkan kesadaran bahwa perbedaan harus disikapi dengan saling menghormati, bukan permusuhan.
Nilai kearifan lokal Bali, termasuk Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, juga menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan kehidupan bermasyarakat.
Melalui refleksi peringatan Bom Bali I, Pemerintah Desa Tamblang berharap masyarakat terus menjaga solidaritas, merawat kerukunan, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman. Peringatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan mengenang masa lalu, tetapi menjadi dorongan untuk membangun kehidupan desa yang damai dan sejahtera. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara