Pemkab Kutim menyiapkan fasilitas STIPER sebagai calon lokasi Sekolah Rakyat rintisan guna mempercepat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sembari menuntaskan persyaratan pembangunan sekolah permanen.
ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan fasilitas Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) sebagai calon lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan. Langkah ini ditempuh untuk mendukung percepatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sembari menunggu kesiapan pembangunan sekolah permanen oleh pemerintah pusat.
Pemanfaatan fasilitas pendidikan yang telah tersedia menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan pemerintah daerah agar persiapan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada penyelesaian pembangunan gedung baru.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Trisno, mengatakan Dinas Sosial (Dinsos) Kutim sedang mempersiapkan fasilitas sekolah rintisan sekaligus menyelesaikan dokumen administrasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang sebelumnya dilakukan bersama Wakil Bupati (Wabup) Kutim, fasilitas STIPER dinilai paling memenuhi kualifikasi untuk mendukung penyelenggaraan awal program tersebut.
“Dinas Sosial saat ini sementara menyiapkan dua hal ya. Yang pertama terkait dengan penyiapan sekolah rintisan yang di STIPER, yang kedua adalah penyelesaian berkas-berkas dokumen terhadap pembangunan sekolah rakyat yang ada di Simono dan kawan-kawan di Perkim dan PU sementara menyiapkan lahan untuk siap dibangun,” jelas Trisno seusai rapat koordinasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim di ruang rapat Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Selasa (06/10/2026).
Rencana penggunaan fasilitas STIPER merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui pemanfaatan sarana pendidikan yang sudah tersedia.
Sebelumnya, Pemkab Kutim juga telah merencanakan penggunaan sebagian gedung STIPER untuk sekolah rintisan, termasuk penyiapan ruang belajar dan fasilitas pendukung pendidikan berasrama.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan memperoleh pendidikan melalui sistem berasrama dengan dukungan pemerintah.
Melalui penyiapan sekolah rintisan, pemerintah daerah berupaya membuka jalan bagi penyelenggaraan program pendidikan tersebut sambil menunggu penyelesaian seluruh persyaratan pembangunan fasilitas permanen.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen direncanakan berlokasi di kawasan Simono, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.
Penyiapan lokasi pembangunan menjadi tanggung jawab perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU), yang mendapat penugasan untuk mendukung pematangan lahan.
Trisno menjelaskan, pemerintah pusat mensyaratkan kesiapan lahan sebelum pembangunan fisik sekolah dapat dilaksanakan.
“Sekolah rakyat sementara berjalan dan saat ini masih progres untuk di lapangan sekolah rakyat sendiri pematangan lahan karena memang pemerintah pusat itu akan membangun pada saat lahan sudah siap dibangun,” kata Trisno.
Selain kesiapan fisik, kelengkapan dokumen administrasi menjadi bagian penting dalam proses pengajuan dan pelaksanaan program kepada pemerintah pusat.
Karena itu, Dinsos Kutim terus mengoordinasikan penyiapan sekolah rintisan dan pemenuhan persyaratan pembangunan agar kedua tahapan tersebut dapat berjalan secara beriringan.
Penyiapan STIPER sebagai calon lokasi sekolah rintisan diharapkan dapat mendukung percepatan penyelenggaraan program tanpa harus menunggu seluruh fasilitas permanen selesai dibangun, sepanjang memenuhi persyaratan kelayakan dan memperoleh persetujuan instansi berwenang.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Kutim berharap Sekolah Rakyat dapat segera memberikan manfaat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, memperluas pemerataan kesempatan belajar, serta mendukung upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara