Piton Hampir 4 Meter Nyelonong ke Warung, Damkar Turun Tangan

PASURUAN – Seekor ular piton berukuran hampir 4 meter membuat pengunjung sebuah warung kopi di Desa Ranggeh, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, panik. Ular tersebut masuk ke area warung sebelum bersembunyi di gudang dan akhirnya dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasuruan.

Pemilik warung, Muhammad Su’udi (30), melaporkan kemunculan ular itu setelah mendapati hewan tersebut bergerak di sekitar tempat usahanya pada Selasa (25/8/2026). Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV), piton terlihat masuk ke warung dan menyelinap di antara tumpukan peralatan dapur.

Su’udi menduga ular tersebut berasal dari selokan yang berada tidak jauh dari warung. Karena khawatir keberadaan piton membahayakan pengunjung, ia kemudian menghubungi nomor darurat Damkar.

“Meski tidak banyak bergerak lincah karena saking besar, ya kami takut. Kemudian kami melapor ke nomor darurat milik Damkar,” ujar Su’udi, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (26/8/2026).

Laporan tersebut ditindaklanjuti Unit Damkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan dengan mengerahkan satu regu yang terdiri atas lima personel ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga ular berhasil diamankan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Bambang Susilotomo, mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah tiba di warung.

“Setelah melakukan proses evakuasi selama sekitar 30 menit, petugas akhirnya berhasil menangkap piton tersebut,”

Setelah dievakuasi, ular piton tersebut dibawa ke Kantor Unit Damkar Kabupaten Pasuruan untuk diamankan. Selanjutnya, ular direncanakan diserahkan kepada pencinta reptil agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bagi warga di sekitar permukiman yang berdekatan dengan saluran air dan area yang memungkinkan menjadi habitat atau jalur pergerakan satwa liar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Warga Desa Gamlamo Masih Menunggu Tuntasnya Perbaikan Rumah

PDF đź“„Sebanyak 16 rumah warga Desa Gamlamo mengalami kerusakan parah akibat banjir, tetapi pemulihan belum …

Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Desa Sukaluyu

PDF đź“„Pergerakan tanah setelah hujan deras merusak sembilan rumah warga dan tembok penahan tanah pada …

Tiga Desa di Kubu Raya Jadi Garda Awal Cegah Karhutla

PDF đź“„Tiga desa di Kubu Raya menjadi sasaran penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *