PEMALANG – Pemanfaatan data spasial mulai membantu kelompok tani di Desa Tegalsari Barat, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menentukan lokasi pemberantasan hama secara lebih terarah. Peta visual sebaran hama atau heatmap yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menjadi panduan bagi petani untuk memusatkan kegiatan gropyokan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Inovasi tersebut digagas Diva Arfis Permata, mahasiswa Program Studi Informatika Undip, melalui program kerja Sosial Masyarakat (Sosmas). Berbeda dari pola penanganan hama yang sebelumnya mengandalkan pengamatan lapangan secara konvensional, pemetaan berbasis data memungkinkan kelompok tani melihat titik-titik dengan kepadatan hama secara lebih mudah.
Peta tersebut menampilkan tingkat kepadatan dan lokasi rawan serangan hama dalam bentuk visual. Informasi itu kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan area yang perlu menjadi prioritas ketika warga melakukan gropyokan secara bersama-sama.
Pemanfaatan peta visual diharapkan membuat pengerahan tenaga warga menjadi lebih efisien karena kegiatan pemberantasan tidak perlu dilakukan secara menyeluruh tanpa mempertimbangkan tingkat kerawanan setiap wilayah. Pendekatan tersebut sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dan data dalam pengelolaan persoalan pertanian di tingkat desa.
“Peta sebaran hama ini adalah inovasi yang sangat segar bagi kelompok tani kami. Dengan adanya heatmap ini, kegiatan gropyokan tidak lagi dilakukan dengan meraba-raba area, melainkan langsung tepat sasaran ke titik yang paling rawan. Ini membuat tenaga warga jauh lebih efisien,” ujar Akmal, Ketua Lumbung Padi Desa Tegalsari Barat (5 Agustus 2026), sebagaimana diberitakan Jateng.net, Selasa, (18/08/2026).
Sebagai hasil akhir program, peta tersebut dicetak menjadi poster beresolusi tinggi dan diberi bingkai pelindung agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Poster kemudian diserahkan kepada Ketua Lumbung Padi Desa Tegalsari Barat untuk dimanfaatkan sebagai panduan bagi anggota kelompok tani.
Peta itu dipasang di area lumbung padi agar informasi mengenai sebaran hama dapat dilihat secara rutin oleh warga. Dengan akses terhadap informasi tersebut, kelompok tani diharapkan dapat menjadikan data sebagai salah satu dasar dalam menentukan langkah mitigasi dan menjaga produktivitas pertanian di Desa Tegalsari Barat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara