JEPARA – Pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai diperkuat di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, melalui penyediaan fasilitas bank sampah botol dan edukasi pemilahan sampah rumah tangga. Program yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara itu diarahkan untuk membangun kebiasaan warga dalam mengelola sampah secara mandiri.
Kegiatan bertajuk “Bawu Bersih dan Berkelanjutan: Pengadaan Bank Sampah Botol dan Edukasi Pengolahan Sampah” berlangsung di RT 18 RW 04 Desa Bawu pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 15.00–16.30 WIB. Program tersebut melibatkan perangkat desa, Ketua RT 18 RW 04, ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), mahasiswa KKN, serta masyarakat setempat.
Sebagaimana diberitakan Kompasiana, Selasa, (18/08/2026), mahasiswa KKN menyerahkan fasilitas bank sampah botol kepada warga sebagai sarana mengumpulkan sampah plastik yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi memilah dan memanfaatkan kembali. Warga juga mendapatkan penjelasan mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah, termasuk membedakan sampah organik dan anorganik.
Edukasi tersebut turut membahas pemanfaatan sampah plastik agar dapat didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai guna. Dengan pemilahan sejak sumbernya, sampah yang masih dapat dimanfaatkan diharapkan tidak langsung berakhir sebagai limbah.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Petinggi Desa Bawu. Program tersebut dinilai dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjaga kebersihan kawasan permukiman.
Selain memberikan fasilitas, mahasiswa KKN mendorong warga RT 18 RW 04 untuk melanjutkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Keberlanjutan program diharapkan tidak hanya bergantung pada keberadaan bank sampah, tetapi juga pada konsistensi warga dalam menggunakannya.
Kolaborasi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Bawu, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program. Dengan pengelolaan yang dilakukan secara rutin, fasilitas bank sampah botol diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara