BLORA – Ketersediaan data spasial menjadi modal penting bagi Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, dalam mengenali kondisi wilayah dan menyusun perencanaan berbasis data. Kebutuhan tersebut kini mulai terjawab setelah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Tambahrejo Tunjungan Blora Institut Pertanian Bogor (IPB) University menyerahkan peta tutupan lahan kepada perangkat desa.
Peta yang diserahkan pada 13 Agustus 2026 itu menjadi salah satu hasil kegiatan pengabdian mahasiswa KKNT IPB selama berada di Tambahrejo. Produk tersebut dibuat karena desa sebelumnya belum memiliki peta khusus yang menggambarkan persebaran tutupan permukaan wilayah secara menyeluruh.
Pemetaan dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 tahun 2024. Data tersebut kemudian diolah melalui Google Earth Engine (GEE) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak ArcGIS untuk menghasilkan visualisasi kondisi wilayah desa.
Hasil pengolahan data memperlihatkan tiga kelompok tutupan lahan utama, yakni permukiman, sawah, dan vegetasi. Informasi itu kemudian disajikan dalam bentuk peta cetak agar dapat disimpan sebagai arsip sekaligus digunakan perangkat desa sebagai salah satu sumber informasi mengenai karakteristik wilayah.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa tidak hanya menghasilkan aktivitas yang bersifat sementara, tetapi juga meninggalkan produk yang dapat dimanfaatkan setelah program KKNT selesai. Pemanfaatan teknologi pemetaan sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagaimana diberitakan Good News From Indonesia, Selasa, (18/08/2026), data spasial yang dihasilkan masih menggambarkan kondisi berdasarkan citra tahun 2024 sehingga diperlukan pembaruan apabila terjadi perubahan penggunaan lahan di wilayah Tambahrejo.
Keberadaan peta tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi desa untuk mengembangkan basis data spasial yang lebih lengkap. Data berikutnya dapat diperbarui dan diperkaya sesuai kebutuhan, sehingga informasi mengenai kondisi wilayah dapat semakin mendukung penyusunan program pembangunan dan pengelolaan potensi desa secara lebih terarah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara