Program Desa Tematik Perikanan Mulai Berjalan, KKP Gandeng Semua Pihak

JAKARTA – Percepatan pengembangan budi daya ikan di 40 ribu desa tematik mulai dijalankan pemerintah pada 2026 sebagai langkah memperkuat swasembada protein nasional, meningkatkan produksi perikanan, serta memperluas pasar ekspor. Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa agar pelaksanaannya dapat berlangsung serentak di berbagai wilayah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tb Haeru Rahayu, mengatakan tahapan pelaksanaan telah dimulai seiring tersedianya anggaran pemerintah dan koordinasi dengan berbagai pihak di tingkat pusat maupun daerah.

“Tahun ini mulai, pokoknya anggarannya sudah ada kita langsung mulai,” kata Tb Haeru Rahayu.

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan bersama pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dinas terkait, Kementerian Desa (Kemendes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta kementerian dan lembaga lainnya agar kebutuhan pelaksanaan, mulai dari penyediaan lahan hingga pendampingan, dapat dipenuhi secara terpadu.

“Ya sekarang sudah mulai di lapangan, sudah koordinasi segala macam. Artinya (sudah) dimulai tahapannya. Kami koordinasi dengan desa, bupati, kepala dinas, Kemendes, Kemendagri. Kolaborasi dengan semua K/L,” bebernya.

Dirjen Perikanan Budi Daya KKP itu menegaskan program desa tematik budi daya ikan berbeda dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Desa tematik difokuskan pada pengembangan budi daya ikan di wilayah daratan, sedangkan KNMP berorientasi pada penguatan kawasan nelayan.

“Itu (pengembangan 40 ribu desa tematik) bukan (bagian dari) KNMP ya,” jelasnya.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi protein nasional, meningkatkan daya saing komoditas perikanan Indonesia, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan usaha budi daya ikan.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pemerintah akan mengawal pembangunan 40 ribu desa tematik sebagai salah satu program prioritas nasional di sektor pangan.

“Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, mensukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya,” kata Zulkifli Hasan, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (22/07/2026).

Pemerintah mengarahkan pembangunan pangan tidak hanya berfokus pada swasembada karbohidrat, tetapi juga memperkuat swasembada protein melalui pengembangan perikanan budi daya. Target akhirnya ialah menjadikan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri sekaligus meningkatkan ekspor ikan dan udang ke pasar internasional.

“Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya,” kata Zulkifli Hasan.

Program pembangunan desa tematik budi daya ikan ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2029 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Belasan Tahun Menanti, Warga Dusun Translok Dorong Pembentukan Desa Baru

PDF 📄SERAM BAGIAN BARAT – Aspirasi Dusun Translok Menuju Desa Definitif Kembali Diperjuangkan Masyarakat Dusun …

PNM Peduli Benahi Sekolah Desa Wae Moto untuk Masa Depan Anak NTT

PDF 📄MANGGARAI BARAT – Revitalisasi fasilitas pendidikan di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa …

Pemprov Kepri Perkuat Posyandu Jadi Pusat Layanan Dasar Masyarakat

PDF 📄DOMPAK – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *