Bupati Blora Gandeng Kampus Dorong Desa Mandiri Lewat Program KKN

BLORA – Sebanyak 208 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kehadiran mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Rembang diharapkan mampu membantu pemerintah daerah memetakan persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan potensi lokal.

Para mahasiswa tersebut secara resmi diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora pada Selasa (7/7/2026). Program pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari kerja sama antara Pemkab Blora dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di tingkat desa.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperkuat pembangunan yang berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Bora, kami mengucapkan apresiasi penghargaan setinggi-tingginya kepada IPB, UNS, dan STAI AL Anwar yang selama ini sudah bermitra dengan kami, sudah menjalin persaudaraan, kerjasama panjang, dan tentunya diwujudkan dalam bentuk tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat,” kata Arief sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Rabu (8/7/2026).

Menurut Arief, mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Blora.

Ia menyebut sejumlah tantangan pembangunan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, peningkatan daya saing desa, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS).

“Oleh karena itu, tiga kampus ini yang mana masing-masing akan mengusung tema KKN-nya, ini kami berharap mampu menjadi solusi, mampu memberikan rekomendasi, menjadi energi baru yang mampu menghadirkan gagasan inovasi dan solusi atas kebutuhan masyarakat yang mana nanti tentunya akan berbasis kepada potensi yang ada di masyarakat dan di desanya masing-masing,” paparnya.

Pemkab Blora juga mendorong mahasiswa untuk membantu mengembangkan sektor pertanian yang menjadi salah satu kekuatan utama daerah. Blora dikenal sebagai wilayah agraris dengan potensi peternakan sapi, produksi jagung, serta pertanian padi yang cukup besar di Jawa Tengah.

Khusus mahasiswa IPB yang ditempatkan di beberapa wilayah seperti Kecamatan Todanan, Tunjungan, Banjarejo, dan Kedungtuban, Arief berharap mereka dapat membantu pengembangan inovasi pertanian, termasuk pertanian organik.

“Dan kita terus berupaya mengembangkan inovasi-inovasi pertanian berbasis organik dan juga potensi yang lain. Sehingga kita ingin agar nantinya terkait dengan IPB, ini bagaimana nanti di desa-desa yang ada ini ada Todanan, Tunjungan, Banjarejo, Kedungtuban ini kecamatan-kecamatan yang memang potensi sektor pertaniannya ini juga cukup bagus,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, mahasiswa UNS juga diminta membantu memperkuat kelembagaan desa serta melakukan pemetaan potensi wilayah agar desa mampu berkembang secara mandiri.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS Joko Sutrisno menyampaikan pihaknya siap mendukung pengembangan desa melalui program yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan kerja sama masyarakat.

“Terima kasih Pak Bupati atas kesediaannya menerima adi-adik mahasiswa di Kabupaten Blora, Jadi program utama kita ya terkait dengan SDGs, ya terkait dengan pengentasan kemiskinan, terkait dengan pendidikan, terkait dengan kesehatan, dan juga kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu agar masyarakat untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi di masing-masing desa.

Harapan kami ya adik-adik bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di desa lokasi, pada khususnya dan Kabupaten Blora,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Burhanuddin menegaskan kampusnya siap mendukung pengembangan inovasi di Blora melalui kegiatan KKN.

“Terima kasih Pak Bupati, Blora memang bergelora, inovasi ini menjadi titik fokus kami. Jadi kami ingin selaras dengan Kabupaten Blora supaya menjadi kabupaten yang paling inovatif,” terangnya.

Dari sisi pendidikan berbasis nilai keagamaan, STAI Al-Anwar juga menyatakan kesiapan mendukung program pemerintah daerah, termasuk evaluasi program Sekolah Sisan Ngaji yang diterapkan di sekolah negeri di Blora.

Melalui keterlibatan mahasiswa KKN ini, Pemkab Blora berharap sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan yang berkelanjutan serta memperkuat kemandirian desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pembangunan Jembatan Permudah Distribusi ke KDMP Mlilir

PDF đź“„GROBOGAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan memastikan akses menuju Koperasi Desa …

Infrastruktur dan Armada Siap, KDMP Karanganyar Menunggu Lampu Hijau

PDF đź“„KARANGANYAR – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di 35 desa di Kabupaten Karanganyar segera …

Sepasma 2026 Hadirkan Hiburan Sekaligus Peluang Ekonomi Masyarakat

PDF đź“„MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memanfaatkan penyelenggaraan Sepasar ing Madiun (Sepasma) 2026 sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *