Ketapanrame Raih Banyak Penghargaan, Bukti Desa Mampu Berdaya Saing

MOJOKERTO Transformasi Desa Ketapanrame di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi contoh keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal setelah mampu mengintegrasikan sektor pariwisata, usaha masyarakat, dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut semakin menguat sejak Desa Ketapanrame bergabung dalam Program Desa BRILiaN yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada 2021. Program tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya desa unggulan melalui penguatan kepemimpinan, tata kelola pemerintahan yang baik, inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi digital.

Salah satu hasil nyata dari program tersebut adalah berkembangnya kawasan Wisata Sawah Sumber Gempong yang dibangun pada 2021 sebagai pengembangan kawasan Taman Ghanjaran di atas Tanah Kas Desa. Pengembangan destinasi wisata itu didukung oleh Pendapatan Asli Desa (PADes), Dana Desa, dan investasi masyarakat setempat.

Dengan panorama persawahan terasering serta sumber mata air alami, Sumber Gempong berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menciptakan peluang usaha baru bagi warga sekaligus memperkuat identitas Desa Ketapanrame sebagai desa wisata.

Selain Sumber Gempong, desa tersebut juga mengembangkan sejumlah destinasi lain seperti Taman Ghanjaran, Air Terjun Dlundung, Camping Ground Dlundung, wisata religi Ka’bah, hingga kawasan wisata kuliner yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Penguatan ekonomi desa juga ditopang oleh peran BUMDes yang mengelola lima unit usaha strategis, meliputi layanan air minum desa, kios dan kandang ternak, pengelolaan destinasi wisata, layanan kebersihan lingkungan, serta penyediaan permodalan dan kemitraan bagi masyarakat.

Di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok tani dan pelaku usaha lokal berhasil mengembangkan produk turunan kopi Arabika dan Robusta menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti cookies kopi dan cascara atau kulit buah kopi. Masyarakat juga mengolah jeruk Nagami menjadi selai, sirup, puding, dan cookies yang memperkaya ragam produk unggulan desa.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan turut diwujudkan melalui pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Mutiara Welirang. Hingga kini, unit tersebut telah bermitra dengan 1.571 konsumen dalam pengelolaan dan pemilahan sampah rumah tangga, sehingga mendukung ekonomi sirkular sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa.

Keberhasilan Desa Ketapanrame mendapat berbagai pengakuan di tingkat regional maupun nasional. Sejak mengikuti Program Desa BRILiaN, desa ini berhasil meraih Juara II Desa BRILiaN 2021, Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023, Terbaik I Lomba Desa Wisata Nusantara Kategori Maju Mandiri 2023, serta Penghargaan Desa Wisata Edukasi dari Gubernur Jawa Timur pada 2024.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan potensi lokal secara kolaboratif mampu mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sebagaimana diberitakan Patrolmedia, Kamis, (25/06/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Desa Sebulu Ulu, Kasus Dugaan Keracunan MBG Masuk Tahap Pemeriksaan

PDF 📄KUTAI KARTANEGARA – Puluhan siswa di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, …

Energi Alternatif dari Sampah Menanti Kepastian Hukum di Kendal

PDF 📄KENDAL – Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol di Desa Margorejo, …

Potensi Desa Digarap Serius, Lahan BUMDes Limau Manis Hasilkan Panen Jagung

PDF 📄INDRAGIRI HILIR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mianggul Gemilang Desa Limau Manis, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *