KUDUS – Inovasi pengelolaan sampah dan pelestarian budaya menjadi daya tarik utama yang ditampilkan Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Melalui pameran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Semar Hijau dan pertunjukan seni tradisional, desa tersebut memperkenalkan berbagai potensi unggulan kepada masyarakat luas.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos serta pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang menyerupai solar dan bensin. Program tersebut ditampilkan sebagai bagian dari upaya mendorong kesadaran lingkungan sekaligus memperlihatkan kreativitas masyarakat desa.
Selain menampilkan inovasi lingkungan, Desa Sidorekso juga menghadirkan Sanggar Seni Ismoyo yang membawakan berbagai kesenian tradisional. Salah satu pertunjukan yang menyita perhatian pengunjung adalah Tari Getak Rekso yang mengangkat sejarah para perajin gerabah berbahan tanah liat yang dahulu menjadi mata pencaharian utama warga setempat.
Tarian tersebut menggambarkan semangat kerja keras, ketekunan, dan gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran tokoh Punokawan turut memperkuat identitas budaya yang menjadi ciri khas desa tersebut.
Ketua Karang Taruna Bahurekso, Siswanto, menegaskan bahwa partisipasi Desa Sidorekso dalam CFD tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mengenal Sidorekso bukan hanya sebagai sebuah desa, tetapi desa yang kaya budaya, kreatif, dan terus berkembang melalui inovasi,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Joglo Jateng, Kamis, (25/06/2026).
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memperkenalkan potensi desa sekaligus mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan budaya warisan leluhur,” lanjut Siswanto.
Menurutnya, pengembangan budaya dan inovasi harus berjalan beriringan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kemajuan desa.
“Budaya adalah jati diri yang harus dirawat, sementara inovasi menjadi langkah untuk menjawab tantangan masa depan,” tuturnya.
“Keduanya menjadi kekuatan Desa Sidorekso dalam membangun desa yang maju tanpa meninggalkan akar budayanya,” tandasnya.
Kegiatan promosi potensi desa melalui CFD ini diharapkan dapat memperluas pengenalan produk, budaya, serta inovasi lingkungan yang dimiliki Desa Sidorekso sehingga mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara