Wisata Budaya Ramai, Infrastruktur Jalan Desa Wisata Keris Sumenep Dikeluhkan

SUMENEP – Kondisi jalan menuju Desa Wisata Keris Aeng Tong-Tong di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep (Sumenep), Jawa Timur (Jatim), dikeluhkan pengunjung karena banyak titik jalan berlubang dan tergenang air. Kerusakan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan serta keselamatan wisatawan yang datang, terutama saat kunjungan meningkat dalam rangkaian Haul Akbar dan Jamasan Pusaka pada 23-25 Juni 2026.

Keluhan muncul ketika aktivitas wisata budaya di desa tersebut mengalami peningkatan signifikan. Desa Wisata Keris Aeng Tong-Tong yang dikenal sebagai sentra perajin keris tradisional menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mengikuti sejumlah agenda budaya dan pameran pusaka.

Salah seorang pengunjung, Rusman, mengaku harus mengurangi kecepatan kendaraan saat melintasi ruas jalan menuju lokasi wisata karena kondisi permukaan jalan yang tidak rata dan berlubang.

“Kalau naik motor harus pelan-pelan karena cukup berisiko, bergelombang,” kata Rusman di Sumenep, Rabu (24/6/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (24/06/2026).

Menurut Rusman, kondisi akses menuju destinasi wisata unggulan tersebut belum sebanding dengan tingginya minat masyarakat yang datang berkunjung, khususnya saat penyelenggaraan kegiatan budaya berskala besar.

“Pengunjungnya banyak, apalagi saat ada acara seperti sekarang, tetapi jalannya masih kurang nyaman,” tambahnya.

Warga setempat, Ani, mengatakan kerusakan jalan sebenarnya telah beberapa kali diperbaiki. Namun, metode perbaikan yang dilakukan masih bersifat tambal sulam sehingga tidak mampu bertahan lama menghadapi tingginya volume kendaraan.

“Setahu saya tambal sulam. Mungkin itu yang membuat tidak tahan lama, kendaraan yang lewat cukup banyak,” jelas Ani.

Ia menambahkan, curah hujan yang cukup tinggi mempercepat kerusakan karena lapisan aspal hasil tambalan mudah terlepas dan kembali menimbulkan lubang di badan jalan.

“Kalau hujan, tambalannya cepat lepas. Akhirnya jalan berlubang lagi dan sering tergenang air,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan Haul Akbar dan Jamasan Pusaka, kawasan Desa Wisata Keris Aeng Tong-Tong menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, mulai dari bursa keris dan batu akik, pameran keris, jamasan pusaka, lelang benda antik, hiburan rakyat, hingga kirab pusaka menuju Keraton Sumenep.

Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh agar akses menuju destinasi wisata budaya tersebut lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung peningkatan kunjungan wisatawan serta pertumbuhan ekonomi desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kemendagri Minta Kabupaten Segera Tuntaskan Aturan Kewenangan Desa

PDF 📄MANADO – Pemerintah desa didorong segera memperkuat landasan hukum penyelenggaraan pemerintahan melalui penegasan batas …

Festival Budaya Nakagawa ke-51 Hidupkan Kreativitas Warga Desa Jepang

PDF 📄NAKAGAWA – Kreativitas masyarakat desa menjadi pusat perhatian dalam Festival Budaya Desa Nakagawa ke-51 …

Pemilihan Anggota BPD Dusun Pekat 2 Dikawal, Warga Diminta Jaga Kondusivitas

PDF 📄DOMPU – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perwakilan Dusun Pekat 2, Desa Pekat, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *