Teknologi Pirolisis Dorong Desa Cepaka Atasi Persoalan Sampah

TABANAN Pemerintah Desa (Pemdes) Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan mulai mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa. Program tersebut telah menghasilkan solar dan bensin dari limbah plastik yang sebelumnya sulit ditangani.

Pengolahan dilakukan melalui kerja sama antara Pemdes Cepaka dan Yayasan Coco Social Fun dengan memanfaatkan teknologi mesin pirolisis yang diperoleh melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR) dari pihak asing asal Denmark. Pengelolaan operasional selanjutnya dijalankan oleh Yayasan Putra Jaya Cepaka yang merupakan lembaga milik desa.

Perbekel Desa Cepaka I Ketut Tedja menjelaskan pengelolaan sampah di desa dilakukan secara terpusat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan melibatkan mitra pihak ketiga untuk mendukung proses pemilahan serta pengolahan sampah plastik.

“Sistem pengelolaan sampah terpusat di BUMDES dan kerjasama dengan pihak ketiga. Nantinya BUMDES yang memilah sampah plastik yang sesuai dengan kriteria untuk diolah menjadi BBM,” jelas Ketut Tedja, sebagaimana diberitakan Detikbali, Selasa (23/06/2026).

Menurutnya, teknologi tersebut masih berada pada tahap pengembangan dan belum menjadi solusi utama dalam penanganan sampah plastik karena kapasitas produksi yang terbatas. Saat ini, mesin hanya mampu mengolah sekitar 10 kilogram sampah plastik menjadi 8 hingga 10 liter solar.

“Ini masih sebatas inovasi dan model percontohan bahwa sampah plastik ternyata bisa diolah menjadi bahan bakar,” ujarnya.

Program Koordinator Coco Social Fun Early Indira Salsabila mengatakan sejak uji coba pada awal Juni 2026, sedikitnya 120 kilogram sampah plastik telah berhasil diolah menjadi solar dan bensin. Dalam satu siklus produksi yang berlangsung selama empat hingga lima jam, mesin mampu menghasilkan sekitar 8 hingga 9 liter solar dan 550 mililiter bensin dari 10 kilogram limbah plastik.

“BBM jenis solar yang dihasilkan telah diuji coba pada mesin traktor,” jelas Salsabilla.

Jenis plastik yang dapat diolah meliputi botol air minum, tutup botol, label kemasan, bungkus makanan ringan, pipa plastik, hingga sisa kabel. Selain pengolahan sampah anorganik, desa juga mulai mengembangkan pengelolaan sampah organik dengan dukungan pendampingan dari tim pengolahan sampah organik di Istana Kepresidenan Tampaksiring.

Dalam uji coba awal, sebanyak 1,2 ton sampah organik berhasil diubah menjadi sekitar 800 kilogram pupuk hanya dalam waktu 18 hari. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian desa dalam pengelolaan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PPGI Kebumen dan Pemdes Sampang Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Gula Semut

PDF 📄KEBUMEN – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa menuju pasar internasional mulai digerakkan …

Lopak Alay Bidik Status Sentra Ikan Air Tawar Jambi

PDF 📄MUARO JAMBI – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa terus dilakukan …

Jagung Pipil di Desa Lirik Area Siap Panen, Dorong Kesejahteraan Warga

PDF 📄INDRAGIRI HULU – Pemanfaatan lahan tidak produktif melalui skema pinjam pakai antara perusahaan, kepolisian, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *