PPGI Kebumen dan Pemdes Sampang Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Gula Semut

KEBUMEN Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa menuju pasar internasional mulai digerakkan di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sektor Publik Politeknik Piksi Ganesha Indonesia (PPGI) Kebumen menggandeng Pemdes Sampang untuk mengembangkan Kampung Gula Semut Berstandar Ekspor melalui program pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Sampang, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kualitas produksi gula semut sekaligus peningkatan kapasitas kelembagaan petani agar mampu bersaing di pasar global.

Mengusung tema “Inisiasi Desa Sampang sebagai Kampung Gula Semut Berstandar Ekspor melalui Intervensi Produksi Higienis dan Penguatan Kelembagaan Petani”, program akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juni hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pihak kampus, perangkat desa, masyarakat, serta tim pelaksana mahasiswa.

Direktur PPGI Kebumen, Ari Waluyo, menjelaskan bahwa fokus utama program adalah mendorong peningkatan kualitas gula semut melalui penerapan standar produksi yang lebih higienis dan berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami ingin membantu petani meningkatkan kualitas produksi dengan menerapkan proses yang lebih higienis sekaligus memperkuat kelembagaan agar usaha gula semut di Desa Sampang semakin berkembang dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Menurut Ari, program PPK Ormawa juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Program ini diharapkan menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Pemerintah Desa (Pemdes) Sampang menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada desa sebagai lokasi kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selama ini, Desa Sampang dikenal sebagai salah satu sentra produksi gula semut yang telah berkontribusi pada pasar ekspor, meski masih menghadapi tantangan dalam peningkatan mutu produk dan penguatan organisasi petani.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosialisasi diisi dengan pemaparan program, diskusi mengenai kebutuhan dan potensi desa, serta penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PPGI Kebumen dan Pemdes Sampang. Kesepakatan tersebut menjadi dasar kerja sama dalam menjalankan program secara terarah dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, Desa Sampang diharapkan mampu berkembang sebagai kampung gula semut berstandar ekspor dengan kelembagaan petani yang semakin kuat, produk yang lebih kompetitif, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, sebagaimana diberitakan Kebumen24, Selasa (23/06/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Lopak Alay Bidik Status Sentra Ikan Air Tawar Jambi

PDF đź“„MUARO JAMBI – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa terus dilakukan …

Jagung Pipil di Desa Lirik Area Siap Panen, Dorong Kesejahteraan Warga

PDF đź“„INDRAGIRI HULU – Pemanfaatan lahan tidak produktif melalui skema pinjam pakai antara perusahaan, kepolisian, …

Desa Nglinggi Prioritaskan Penanganan Stunting dalam RKPDes 2027

PDF đź“„KLATEN – Pemerintah Desa (Pemdes) Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten mengintegrasikan upaya pencegahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *