Karhutla Sumsel Naik Tajam pada 2026, Ribuan Personel Siaga

PALEMBANG Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mencapai 305,4 hektare sepanjang Januari hingga Mei 2026. Data tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dan menjadi perhatian menjelang puncak musim kemarau.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Wilayah Sumatra mencatat kebakaran tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sumsel berdasarkan hasil analisis citra satelit. Wilayah dengan luasan kebakaran terbesar berada di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatra Ferdian Kristanto mengatakan luas karhutla di Sumsel masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pemantauan lanjutan.

“Total luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari-Mei 2026 berdasarkan analisa citra satelit mencapai 305,4 hektare,” kata Ferdian Kristanto sebagaimana dilansir Antara, Senin (22/06/2026).

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Muara Enim mencatat karhutla seluas 55,2 hektare, disusul OKU 54,5 hektare dan Muratara 53,2 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencapai 36,4 hektare, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) masing-masing 27,5 hektare, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 23,1 hektare.

Karhutla juga tercatat terjadi di Kabupaten Banyuasin seluas 9,4 hektare, Kabupaten Lahat enam hektare, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 5,9 hektare, Kota Prabumulih 4,8 hektare, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) 1,9 hektare.

Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan mineral dengan luas 304,3 hektare. Sementara itu, lahan gambut yang terbakar hanya tercatat di Kabupaten Muara Enim dengan luas 1,1 hektare.

“Hanya di Muara Enim yang terdata karhutla terjadi di lahan gambut seluas 1,1 hektare. Sedangkan sisanya 304,3 hektare terjadi di lahan mineral,” jelasnya.

Data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) menunjukkan masih terdapat lima daerah di Sumsel yang belum mencatat kejadian karhutla selama periode Januari hingga Mei 2026, yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, luas karhutla di Sumsel mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada Januari hingga Mei 2025, luas kebakaran tercatat 43,1 hektare, sedangkan pada periode yang sama tahun 2024 mencapai 184,1 hektare. Namun, angka tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun-tahun dengan kejadian karhutla tinggi seperti 2023 yang mencapai 1.046,2 hektare dan 2022 sebesar 1.977,7 hektare.

Sebagai langkah antisipasi, Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatra terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Manggala Agni, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian karhutla menjelang musim kemarau. Salah satu kejadian yang menjadi perhatian terjadi di Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, pada pertengahan Juni 2026. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Harga Sawit Tak Bergerak, Petani Aceh Singkil Tetap Optimistis

PDF 📄ACEH SINGKIL – Stabilnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani …

Lahan 1 Hektare Warung Bambu Hasilkan Jagung Hibrida Optimal

PDF 📄KARAWANG – Proyek penguatan ketahanan pangan berbasis jagung hibrida di wilayah Karawang Timur memasuki …

Panen Raya Jagung Bukti Efektivitas Demplot Polsek Meliau

PDF 📄SANGGAU – Peningkatan produktivitas pertanian melalui sinergi antara kepolisian, penyuluh, dan petani kembali terlihat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *