BULUKUMBA – Pemerintah Desa Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, memperkuat arah kebijakan penanganan stunting melalui Rembuk Stunting sebagai forum penyusunan program prioritas pembangunan desa yang akan diintegrasikan dalam perencanaan tahun 2027.
Fokus utama forum tersebut bukan hanya pada penanganan kasus, tetapi juga memperkuat sistem perencanaan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor agar intervensi terhadap masalah gizi anak dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Desa Bira pada Jumat (19/06/2026) itu dihadiri unsur Pemerintah Desa Pemerintah Desa Bira, perwakilan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bulukumba, unsur Kecamatan Bontobahari, Puskesmas Bontobahari, serta berbagai elemen masyarakat seperti kader kesehatan, bidan desa, hingga ketua rukun tetangga dan rukun warga.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas usulan program prioritas yang berkaitan dengan pencegahan stunting, mulai dari intervensi gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, hingga penguatan lingkungan sehat di tingkat desa. Seluruh kesepakatan akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.
Kepala Desa Bira, Murlawa, dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat ditentukan oleh sinergi antar pihak.
“Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah yang bertujuan untuk menyusun komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor. Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga desa, serta seluruh unsur masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ungkap Murlawa di sela-sela kegiatan sebagaimana diwartakan Radar Selatan, Minggu, (21/06/2026).
Melalui penguatan koordinasi tersebut, Desa Bira menargetkan penurunan angka stunting dapat dicapai secara signifikan sekaligus memastikan kualitas generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara