PARIGI MOUTONG – Sebanyak 254 kepala keluarga (KK) atau sekitar 945 jiwa di 11 desa yang tersebar di lima kecamatan terdampak banjir akibat luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Sabtu (20/6/2026) malam.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) per Senin (22/6/2026) pukul 08.00 Wita menunjukkan banjir melanda Desa Mertasari, Pombalowo, dan Olaya di Kecamatan Parigi. Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Parigimpuu dan Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Desa Boyantongo, Dolago Padang, dan Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Desa Tolai, Kecamatan Torue, serta Desa Lebagu dan Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi.
Wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak berada di Desa Boyantongo yang mencapai 88 KK atau sekitar 348 jiwa. Disusul Desa Olaya sebanyak 47 KK atau 156 jiwa, Desa Balinggi Jati 50 KK atau sekitar 150 jiwa, Desa Masari 32 KK atau sekitar 125 jiwa, dan Desa Pombalowo 25 KK atau sekitar 110 jiwa. Sementara satu KK di Desa Mertasari dan satu KK di Desa Lobu Mandiri turut terdampak. Adapun data warga terdampak di Desa Parigimpuu dan Desa Dolago Padang masih dalam proses pendataan.
Selain merendam permukiman, banjir juga memaksa 22 KK atau sekitar 100 jiwa dari Desa Pombalowo mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Di antara pengungsi tersebut terdapat 14 bayi dan balita, 11 warga lanjut usia, serta dua ibu hamil.
Meski berdampak pada ratusan warga, BPBD Parimo memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan rumah akibat peristiwa tersebut. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan Tribun Palu, Senin (22/06/2026).
Upaya penanganan dilakukan BPBD Parimo bersama BPBD Provinsi (Prov) Sulteng, Palang Merah Indonesia (PMI), Kepolisian Sektor (Polsek) Parigi, Babinsa, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), aparat desa, dan masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan evakuasi, kaji cepat, pembersihan rumah warga, serta distribusi makanan siap saji kepada para pengungsi.
Hingga Senin pagi, kondisi banjir di seluruh wilayah terdampak dilaporkan telah surut. Namun, BPBD Parimo masih membutuhkan dukungan logistik berupa selimut, matras atau tikar, serta bantuan kebutuhan dasar untuk membantu pemulihan warga terdampak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara