KEDIRI – Tradisi Grebeg Suro kembali digelar masyarakat Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri (Kediri), Jumat (19/6/2026), bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Sumberwungu itu menjadi upaya warga menjaga warisan budaya leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rangkaian perayaan berlangsung sejak pagi hingga sore dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Warga mendatangi Punden Leluhur di kawasan wisata Sumberwungu sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa (Kades) Gedangsewu, Ruslan Abdulgani, menegaskan bahwa Grebeg Suro tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum penguatan ekonomi masyarakat.
“Selain menjaga tradisi yang telah diwariskan leluhur, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga melalui keterlibatan para pelaku UMKM yang berjualan di lokasi acara,” ujarnya, sebagaimana dilansir Media Kampung, Jumat (19/06/2026).
Puluhan stan UMKM turut meramaikan kegiatan dengan menawarkan beragam kuliner dan produk unggulan desa. Kehadiran pengunjung memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk khas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Setelah pembukaan dan sambutan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni jaranan yang menjadi daya tarik utama. Atraksi seni tradisional tersebut berhasil menyedot perhatian pengunjung dan menambah semarak perayaan Tahun Baru Islam.
Ruslan berharap Grebeg Suro dapat semakin dikenal luas dan berkembang menjadi agenda wisata budaya yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Harapannya, Sumberwungu tidak hanya dikenal sebagai lokasi kegiatan budaya tahunan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata favorit yang mampu menarik wisatawan lokal maupun asing,” katanya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari partisipasi warga yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Salah seorang warga, Sudarti, mengaku mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai makna tradisi yang dijalankan masyarakat setempat.
“Saya sangat senang bisa mengikuti agenda Tradisi Grebeg Suro ini. Ini memberi kesempatan untuk lebih memahami makna setiap rangkaian ritual yang dilaksanakan,” ungkapnya.
Menurut Sudarti, pelaksanaan Grebeg Suro menjadi sarana penting untuk terus melestarikan budaya leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lebih meriah pada tahun-tahun mendatang dan menarik lebih banyak wisatawan.
Melalui Grebeg Suro, masyarakat Desa Gedangsewu menegaskan komitmen menjaga identitas budaya desa sekaligus memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur di tengah arus modernisasi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara