JAKARTA – Pemerintah menegaskan sektor pariwisata kini tidak hanya menjadi penggerak ekonomi nasional, tetapi juga instrumen utama dalam memperluas lapangan kerja dan memperkuat ekonomi berbasis komunitas melalui penyelenggaraan puluhan event unggulan di berbagai daerah.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia (RI), M. Qodari, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sebanyak 38 event pariwisata telah terlaksana dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pekerja kreatif di berbagai wilayah Indonesia.
“Hingga 15 Juni 2026, sebanyak 38 event telah terselenggara dengan capaian 1,19 juta pengunjung, perputaran ekonomi Rp 86,05 miliar, keterlibatan 4.670 pelaku UMKM, serta manfaat bagi 30.873 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas,” kata Qodari sebagaimana diwartakan Rakyat Merdeka, Rabu (17/06/2026).
Qodari menambahkan, penguatan sektor pariwisata terus dilakukan melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kementerian Pariwisata untuk memperluas dampak ekonomi hingga ke daerah-daerah dan memperkuat ekosistem pariwisata nasional yang inklusif.
Data pemerintah mencatat, sepanjang 2025 program KEN telah menghadirkan 98 event dengan 10,80 juta pengunjung serta menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp 17,01 triliun. Selain itu, program tersebut turut melibatkan 15.400 pelaku UMKM dan memberikan manfaat kepada 219.100 tenaga kerja, pekerja seni, serta komunitas lokal.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan penyelenggaraan menjadi 125 event di 38 provinsi pada 2026 sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata yang dinilai semakin resilien dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional.
Lebih jauh, Qodari menekankan bahwa pariwisata kini tidak lagi sekadar sektor devisa, tetapi telah menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan nasional yang menekankan pemerataan ekonomi hingga tingkat akar rumput.
“Pariwisata merupakan salah satu pilar yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi desa, dan memperkuat identitas budaya bangsa. Karena itulah, sektor ini menjadi salah satu prioritas yang secara eksplisit tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Pemerintah menilai penguatan kampung wisata dan desa wisata menjadi salah satu kunci dalam mendorong pemerataan pembangunan ekonomi berbasis komunitas, sejalan dengan agenda Asta Cita yang menekankan pembangunan dari desa sebagai fondasi pertumbuhan nasional. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara