LEMBATA – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mendorong transformasi Desa Bean di Kecamatan Buyasuri menjadi pusat produksi benih sekaligus kawasan percontohan pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi air sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Program pengembangan tersebut mencakup produksi benih jagung komposit, padi pulut, dan kacang hijau, sekaligus penerapan sistem pertanian modern seperti irigasi tetes serta peningkatan Indeks Pertanaman (IP) untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah tersebut.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan bahwa Desa Bean memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perbenihan yang mampu menopang kebutuhan petani di berbagai wilayah Kabupaten Lembata.
“Desa Bean memiliki peluang besar untuk menjadi sentra perbenihan yang mampu mendukung kebutuhan benih petani di Lembata,” kata Petrus saat mengikuti penanaman benih jagung komposit bersama petani sebagaimana dilansir Panennews, Rabu, (17/06/2026).
Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan proses penanaman dapat dirampungkan pada Juni 2026, kemudian dilanjutkan tahap pembibitan dan penyiapan benih pada periode Juli hingga September 2026. Hasil benih tersebut direncanakan mulai digunakan petani pada musim tanam Oktober 2026.
Selain penguatan produksi benih, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya ketersediaan sarana pendukung seperti jaringan irigasi dan perlengkapan pertanian. Dalam dialog bersama petani, sejumlah kebutuhan seperti pipa dan selang turut menjadi perhatian untuk segera diinventarisasi.
“Kebutuhan seperti pipa, selang, dan perlengkapan pendukung lainnya harus segera diinventarisasi agar dapat dipenuhi sesuai kebutuhan petani,” ujar Petrus.
Salah satu fokus utama dalam pengembangan Desa Bean adalah penerapan irigasi tetes, yakni sistem pengairan yang menyalurkan air langsung ke area akar tanaman melalui jaringan pipa sehingga lebih hemat air dan meningkatkan efisiensi budidaya pertanian.
“Irigasi tetes menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menjaga produktivitas pertanian,” katanya.
Melalui pengembangan ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap Desa Bean tidak hanya menjadi pusat produksi benih, tetapi juga model pertanian modern yang dapat direplikasi di wilayah lain guna memperkuat ketahanan pangan berbasis desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara