BLITAR – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blitar menargetkan pembentukan jaringan pembinaan olahraga hingga tingkat desa setelah kepengurusan masa bakti 2024–2029 resmi dilantik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga rekreasi dan tradisional.
Pelantikan pengurus KORMI Kabupaten Blitar berlangsung pada Selasa (16/06/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua KORMI Jawa Timur (Jatim), Debie Sisilia Samoa. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan Gebyar Senam Tera Indonesia yang diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.
Fokus utama kepengurusan baru adalah memperkuat gerakan olahraga masyarakat melalui pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan olahraga sekaligus memperkuat pembinaan secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Debie Sisilia Samoa menegaskan bahwa pelantikan pengurus harus menjadi titik awal pelaksanaan program nyata di tengah masyarakat melalui gerakan Indonesia Aktif.
“KORMI memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup aktif di tengah masyarakat. Karena itu sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh induk organisasi olahraga (Inorga) harus terus diperkuat,” ujar Debie Sisilia Samoa sebagaimana diberitakan Ketik, Rabu (17/06/2026).
Menurutnya, program Indonesia Aktif mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari guna menciptakan masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mendorong pengembangan kampung olahraga sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Blitar, Hermawan, mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan perluasan gerakan olahraga hingga ke desa-desa. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat olahraga masyarakat dapat dirasakan secara merata.
“KORMI hadir untuk memasyarakatkan olahraga. Kami ingin seluruh Inorga yang ada bisa bersinergi mengembangkan olahraga rekreasi maupun olahraga tradisional agar semakin dikenal masyarakat,” kata Hermawan.
Ia menjelaskan bahwa KORMI Kabupaten Blitar saat ini menaungi 19 Inorga. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi dan olahraga tradisional.
Sebagai program prioritas, KORMI Kabupaten Blitar akan memperkuat konsep kampung olahraga serta membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan desa guna memastikan pembinaan olahraga masyarakat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak warga.
“Kami ingin KORMI hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dengan adanya kepengurusan di tingkat bawah, berbagai kegiatan olahraga akan lebih mudah dijalankan dan menjangkau lebih banyak warga,” jelasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, KORMI Kabupaten Blitar diharapkan mampu menjadi penggerak utama budaya hidup sehat, memperluas aktivitas olahraga masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antarorganisasi olahraga hingga ke tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara