PADes Berpotensi Naik, Desa Sedau Digitalisasi Pengelolaan Wisata

LOMBOK BARAT Pemerintah Desa (Pemdes) Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), mulai menyiapkan transformasi digital dalam pengelolaan destinasi Wisata Gunung Jae melalui rencana penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan, memudahkan pencatatan kunjungan wisatawan, serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemdes Sedau dan perusahaan penyedia layanan tiket digital Easybook pada Kamis (11/06/2026). Kesepakatan itu disaksikan Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini bersama sejumlah pejabat daerah sebagai bagian dari pengembangan wisata berbasis digital di wilayah tersebut.

Kepala Desa (Kades) Sedau Amir Syarafudin mengatakan pihaknya optimistis sistem baru tersebut mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan destinasi wisata desa. Menurutnya, digitalisasi tiket sebelumnya telah diterapkan melalui aplikasi Sistem Informasi Pariwisata Nasional (Sisparnas), namun masih menghadapi sejumlah kendala operasional.

“Karena mungkin ada kendala di admin provinsinya sehingga kami juga terkendala. Memang tiketnya juga kami digitalisasi jadi kami sudah tidak menggunakan tiket manual lagi, tapi kita ingin lebih baguslah untuk sistem tiketnya, sehingga ke depan nanti kebocoran-kebocoran pendapatan itu bisa kita minimalisasi,” terang Amir.

Ia menjelaskan, Wisata Gunung Jae menjadi salah satu destinasi unggulan desa dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan tercatat menembus lebih dari 5.000 orang, termasuk pengunjung yang memanfaatkan kawasan camping ground.

“Paling banyak kami pesertanya itu untuk yang weekend (akhir pekan). Terakhir weekend sebelumnya, itu saja ada sekitar 550-an orang yang berkegiatan di Wisata Alam Gunung Jae,” ungkapnya.

Tingginya kunjungan tersebut turut berdampak pada peningkatan pendapatan. Pengelolaan wisata menghasilkan pemasukan hampir Rp250 juta per tahun. Selain itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga memberikan kontribusi terhadap PADes sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta per tahun.

“Rp15 juta, jadi dibagi dua. Kalau tidak dibagi dua, pernah sampai Rp30 juta PADes-nya dari pariwisata saja. Itu bersihnya sudah dipotong untuk gaji karyawan, gaji Bumdes, gaji pengurus, dan seterusnya, sudah kami potong,” paparnya.

Amir menilai penerapan Easybook akan mempermudah proses pencatatan transaksi dan rekapitulasi data kunjungan yang selama ini masih menghadapi kendala administrasi.

“Sehingga nanti di akhir bulan juga kami kerepotan ketika misalnya merekap jumlah kunjungan. Tetapi kalau menggunakan Easybook ini, insyaallah nanti per hari, per minggu, bahkan per tahunnya nanti bisa kami rekap secara teratur dan lebih rapi,” ucapnya sebagaimana dilansir Suara Ntb, Senin, (15/06/2026).

Untuk mendukung implementasi sistem tersebut, pengelola wisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) telah memiliki pembagian tugas yang jelas, mulai dari administrasi, promosi, pengelolaan destinasi, kebersihan hingga keamanan. Dalam waktu dekat, BUMDes dan Easybook juga akan menindaklanjuti MoU melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“ Kami masih menunggu finalisasi drafnya dari Easybook sendiri, karena tentu nanti ada beberapa poin dan item yang perlu menjadi kesepakatan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Pemuda Olahraga (Kadisparekrafpora) Lobar Agus Gunawan mengapresiasi inisiatif Desa Wisata Sedau. Menurutnya, sistem e-ticketing berpotensi diterapkan pada sejumlah desa wisata lain di Lobar karena mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan serta memperkuat tata kelola keuangan destinasi.

“Untuk wisata Gunung Jae, tata kelolanya sudah bagus, sudah ada perdes dan sebagainya,” jelas Agus.

Ia menambahkan, penerapan sistem pembayaran terintegrasi akan memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan desa wisata di masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pakumbang Baroah Dorong Promosi Wisata Budaya Landak ke Tingkat Nasional

PDF đź“„LANDAK – Keberhasilan penyelenggaraan Pakumbang Baroah 2026 di Desa Pakumbang, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak …

Kerusakan Pipa PDAM Jadi Perhatian, TNI dan Warga Bergotong Royong

PDF đź“„PROBOLINGGO – Upaya menjaga kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat mendorong warga Desa Patalan, …

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru, Warga Palok Bergotong Royong Percepat Pembangunan

PDF đź“„GAYO LUES – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *