BONE BOLANGO – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Bone Bolango memperkuat komitmen percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui penandatanganan nota kesepahaman dan pencanangan Desa Siaga TBC. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan deteksi dini, pendampingan pasien, serta memutus rantai penularan penyakit menular tersebut.
Kegiatan pencanangan Desa Siaga TBC se-Kabupaten Bone Bolango berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kabila, Selasa (09/06/2026). Acara dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Erni Nuraini Mansur.
Dalam kegiatan itu, 12 desa resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) sebagai bentuk dukungan terhadap program Desa Siaga TBC. Program tersebut merupakan implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Desa dan Kelurahan Siaga TBC.
“Desa Siaga TBC merupakan strategi penting untuk mendekatkan upaya penanggulangan TBC kepada masyarakat. Dengan keterlibatan pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, kita dapat memperkuat deteksi dini, pendampingan pasien, serta memutus rantai penularan TBC di lingkungan masing-masing,” ujar Erni, sebagaimana dilansir Rri, Rabu, (10/06/2026).
Menurut Erni, keberhasilan penanggulangan TBC memerlukan keterlibatan lintas sektor dan tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Karena itu, pemerintah desa dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mempercepat penemuan serta pengobatan kasus TBC.
Berdasarkan data Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, capaian penemuan kasus TBC hingga Mei 2026 baru mencapai 26,84 persen dari target yang ditetapkan. Sementara Kabupaten Bone Bolango mencatat angka 29,80 persen, tertinggi di Provinsi Gorontalo, meski masih berada di bawah target bulanan.
Erni menegaskan pemerintah desa juga dapat mendukung program eliminasi TBC melalui pemanfaatan dana desa untuk kegiatan promotif, preventif, serta pendampingan pasien.
“Kami berharap pencanangan dan penandatanganan MoU 12 Desa Siaga TBC ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yang terpenting adalah implementasi nyata di lapangan agar target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai dan masyarakat Gorontalo semakin sehat,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, kader, dan masyarakat, program Desa Siaga TBC diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Gorontalo bebas TBC pada 2030. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara