MUI Dorong Dai Kuasai Teknologi untuk Percepat Kemajuan Desa

JAKARTA Penguasaan teknologi informasi dinilai menjadi kunci penting bagi para dai untuk berkontribusi dalam percepatan pembangunan desa. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong para pendakwah agar tidak hanya berperan di mimbar, tetapi juga menjadi agen literasi digital yang mampu membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), ekonomi, dan daya saing masyarakat pedesaan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat desa. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Standardisasi Dai Angkatan ke-48 yang diselenggarakan Komisi Dakwah MUI di Menara Bank Syariah Indonesia (BSI), Jakarta, Senin (08/06/2026), dan diikuti sekitar 80 peserta.

“Salah satu tugas utama dai hari ini adalah menjadikan teknologi informasi sebagai media dakwah. Kita tidak bisa lagi menutup mata dari derasnya arus digitalisasi,” ujar Amirsyah, sebagaimana diberitakan Mui, Selasa, (09/06/2026).

Menurutnya, desa merupakan fondasi utama pembangunan bangsa karena berperan dalam ketahanan pangan, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, para dai perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan literasi masyarakat.

Amirsyah menilai transformasi pola pikir masyarakat desa juga menjadi tantangan penting yang harus dijawab para dai, terutama dalam menghadapi perkembangan sektor pertanian dan ekonomi berbasis teknologi.

“Para dai harus mampu mengedukasi masyarakat agar siap bersaing di era digital. Kita perlu mengubah paradigma, bagaimana menjadikan sektor pertanian di desa bukan lagi sekadar kerja fisik, melainkan sebuah bisnis (agrobisnis) yang modern, adaptif, dan mampu bersaing lewat pemanfaatan teknologi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, upaya tersebut sejalan dengan strategi MUI dalam membangun peradaban dari desa melalui empat pilar utama, yakni penguatan ekonomi berkelanjutan, digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekowisata, serta peningkatan kualitas SDM.

Selain itu, Amirsyah mengajak para dai dan tokoh masyarakat yang telah sukses di perkotaan untuk tetap berkontribusi terhadap pembangunan kampung halaman. Menurutnya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkuat keterlibatan mereka dalam mendorong kemajuan desa.

“Mencegah kemiskinan dan keterbelakangan di desa adalah tugas mulia kita bersama. Ketika dai sudah sukses di kota, mereka harus tetap berpikir dan bertindak untuk memajukan desa. Karena jika desanya maju, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang bermartabat,” kata dia.

Melalui peningkatan literasi teknologi dan penguatan kapasitas masyarakat desa, MUI berharap pembangunan berbasis desa dapat berjalan lebih cepat serta mampu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Fakta di Balik Gerai KDKMP Wonogiri yang Dikira Berdiri di Tengah Hutan

PDF 📄WONOGIRI – Keberadaan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, …

Harga Jual Turun, Peternak Bebek Harap Pasar dari MBG

PDF 📄PURWOREJO – Harapan peternak telur bebek untuk memperoleh pasar yang lebih luas melalui Program …

Satkamling Desa Cibodas Didorong Lebih Aktif Jaga Lingkungan

PDF 📄PURWAKARTA – Upaya memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat terus didorong di Desa Cibodas, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *