PONOROGO – Ribuan umat Islam memadati Lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), dalam Tabligh Akbar yang menjadi bagian penting rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor, Senin (8/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan satu abad lembaga pendidikan Islam itu sekaligus penguatan nilai-nilai pendidikan dan dakwah yang diwariskan kepada masyarakat.
Acara tersebut dihadiri ribuan santri, alumni, guru, serta masyarakat dari berbagai daerah. Sejumlah dai nasional turut mengisi kegiatan, di antaranya Ustaz Abdul Somad, Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, dan Ustaz Luqmanulhakim.
Pimpinan PMDG Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa peringatan satu abad Gontor bukan sekadar seremoni, melainkan sarana untuk mengenang perjuangan para pendiri pondok serta mensyukuri perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut.
“Di Gontor semua untuk pendidikan. Tidak ada satu detik yang tidak untuk mendidik. Seratus tahun Gontor bukan perayaan, tetapi peringatan agar kita terus mengingat perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri,” katanya sebagaimana diwartakan Antara, Selasa, (09/06/2026).
Menurut Hasan, berbagai capaian yang diraih selama satu abad harus menjadi bekal untuk melanjutkan perjuangan pendidikan dan pengabdian kepada umat pada masa mendatang.
“Menegakkan dan menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan harus terus dilanjutkan agar Gontor semakin bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Luqmanulhakim mengajak para alumni untuk terus menjaga hubungan dengan pondok dan para kiai sebagai bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Ketika sudah lulus, jangan lupa kembali ke pondok dan meminta ridha para kiai,” katanya.
Sementara itu, Ustaz Das’ad Latif menilai Gontor berhasil berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang diterima di berbagai kalangan dan daerah di Indonesia.
“Harapan saya Gontor tetap menjadi pondok modern yang mampu diterima di mana saja dan memberi manfaat bagi siapa saja,” katanya.
Pada sesi penutup, Ustaz Abdul Somad mengajak jamaah untuk bersyukur atas keberadaan Gontor yang selama satu abad telah melahirkan banyak tokoh dan sumber daya manusia yang berkiprah di berbagai bidang.
Ia menilai keberhasilan Gontor tidak terlepas dari sistem pendidikan yang memadukan penguatan akidah, penguasaan bahasa, kepemimpinan, organisasi, dan pembentukan karakter.
“Semoga Allah memperbanyak pondok seperti Pondok Modern Darussalam Gontor yang terus melahirkan orang-orang baik untuk umat dan bangsa,” katanya.
Tabligh Akbar tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor yang akan mencapai puncaknya pada September 2026. Kegiatan itu diharapkan semakin memperkuat kontribusi Gontor dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan generasi bangsa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara