TEMANGGUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan pembentukan 165 desa wisata baru di lima daerah penyangga Candi Borobudur sebagai bagian dari strategi pemerataan manfaat sektor pariwisata dan penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata bertajuk Keburejo-Gelangmanggung yang mencakup Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung. Konsep ini dirancang untuk memperluas sebaran kunjungan wisatawan yang selama ini terpusat di kawasan Borobudur.
Rencana pengembangan tersebut dibahas dalam forum Rembug Pembangunan Jateng yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (03/06/2026). Melalui program tersebut, Pemprov Jateng ingin menghubungkan destinasi wisata unggulan dengan kawasan penyangga agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menilai model pengembangan pariwisata terintegrasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur,” tegas Luthfi sebagaimana diberitakan Suarajawatengah, Kamis (04/06/2026).
Sebagai langkah awal, tahun 2026 difokuskan untuk memperkuat infrastruktur pendukung, aksesibilitas kawasan wisata, serta kesiapan masyarakat dalam mengelola potensi desa wisata. Target yang ditetapkan mencakup pembentukan 50 desa wisata di Kabupaten Magelang, 45 desa wisata di Kabupaten Purworejo, 35 desa wisata di Kabupaten Kebumen, 30 desa wisata di Kabupaten Temanggung, dan lima desa wisata di Kota Magelang.
Selain pembangunan destinasi baru, Pemprov Jateng juga mendorong peningkatan jumlah festival budaya dan berbagai agenda wisata daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Pengembangan kawasan Keburejo-Gelangmanggung tidak hanya berfokus pada sektor wisata, tetapi juga mengintegrasikan pembangunan infrastruktur, promosi budaya, serta kolaborasi antardaerah. Dengan pendekatan tersebut, kawasan penyangga Borobudur diharapkan mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang mandiri dan memberikan manfaat langsung bagi desa-desa di sekitarnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara