Alek Ajarkan Nilai Hormat dan Kebersamaan bagi Generasi Desa

SAROLANGUN Tradisi alek yang masih lestari di Desa Pulau Melako, Kabupaten Sarolangun (Sarolangun), tidak hanya menjadi rangkaian adat pernikahan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran nilai gotong royong, penghormatan antargenerasi, dan penguatan ikatan sosial masyarakat desa.

Dalam pelaksanaannya, alek melibatkan seluruh warga kampung sejak awal persiapan hingga prosesi pernikahan selesai. Tanggung jawab penyelenggaraan acara yang semula berada di tangan keluarga mempelai diserahkan kepada lembaga adat desa, sehingga seluruh masyarakat turut mengambil peran dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Sejak Rabu, warga bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan acara. Kaum laki-laki menyiapkan bahan dan sarana pendukung, para pemuda membangun fasilitas kegiatan, sementara kaum perempuan bersama-sama memasak untuk kebutuhan jamuan yang akan disajikan kepada tamu.

Puncak kebersamaan terlihat pada Jumat pagi ketika warga berdatangan membawa makanan dan perlengkapan pendukung acara. Suasana gotong royong semakin terasa saat masyarakat bekerja bersama menyiapkan hidangan serta berbagai kebutuhan prosesi adat.

Imam Masjid Desa Pulau Melako, Imam Kadarudin, menilai alek memiliki fungsi sosial yang jauh lebih luas dibanding sekadar seremoni pernikahan.

“Dalam alek, orang belajar memikul beban bersama. Yang muda belajar menghormati yang tua, dan yang tua menjaga yang muda,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana pewarisan nilai sosial yang memperkuat solidaritas serta rasa tanggung jawab antarsesama warga.

Rangkaian alek juga dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan. Salah satu prosesi penting adalah tamat kaji yang dijalani mempelai pria, Miftahul Ulum, melalui pembacaan Juz 30 Al-Qur’an sebagai bentuk doa dan harapan bagi kehidupan rumah tangga yang akan dibangun.

Selain itu, prosesi balarak turut menjadi bagian dari tradisi yang dijalankan masyarakat. Dalam suasana khidmat, pengantin berjalan diiringi doa warga sebagai simbol dukungan bersama terhadap pasangan yang memasuki fase baru kehidupan.

Keberlangsungan alek menunjukkan bagaimana masyarakat desa tetap mempertahankan warisan budaya di tengah perubahan zaman. Tradisi tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh warga Desa Pulau Melako, sebagaimana diwartakan Media Kampung, Sabtu, (23/05/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Suka Damai Jadi Lokasi Edukasi Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

PDF đź“„BENER MERIAH – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dilaksanakan dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) …

Desa Sindangmandi Jadi Andalan Serang pada Lomba Posyandu Tingkat Banten

PDF đź“„SERANG – Desa Sindangmandi, Kecamatan Baros, ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Serang dalam Lomba Posyandu …

Posyandu ILP di Kampung Ramsai Fokus Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit

PDF đź“„WAY KANAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Way Tuba terus memperluas akses pelayanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *