LUMAJANG – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang (Lumajang), Jawa Timur (Jatim), tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga memicu kerusakan lahan pertanian. Sedikitnya tujuh hektare sawah dipastikan mengalami gagal panen setelah terendam banjir yang terjadi sejak Jumat (15/5/2026).
Dampak terparah tercatat pada lahan pertanian yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Sukodono. Dari total sekitar 60 hektare lahan pertanian yang terdampak genangan, sebanyak 20 hektare merupakan areal persawahan yang ditanami padi, sedangkan sisanya ditanami tebu dan jagung.
Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (PPN) Jatim, Iskak Subagio, mengatakan sebagian lahan yang terendam mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat diselamatkan.
“Yang kerendam 60 hektar, yang 7 hektar dipastikan puso atau rusak total,” kata Iskak, sebagaimana diberitakan Kompas pada Selasa, (19/05/2026).
Menurutnya, kerusakan tersebut menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi petani. Setiap hektare sawah yang gagal panen diperkirakan menyebabkan kerugian hingga hampir Rp10 juta.
“Kerugiannya hingga Rp 10 juta per hektar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang, Arif Budiman, menyebutkan data sementara menunjukkan lahan dengan tingkat kerusakan paling berat berada di Desa Dawuhan dan Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.
“Dawuhan 5,6 hektar, Kebonagung 1 hektar, ini kategorinya rusak parah,” ujar Arif.
Meski demikian, Pemkab Lumajang masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman yang terdampak banjir. Arif menjelaskan sebagian besar tanaman padi yang terendam masih berada pada fase awal pertumbuhan sehingga status gagal panen atau puso belum dapat dipastikan secara keseluruhan.
“Puso apa tidaknya masih dimonitor. Kebetulan tanaman terdampak tanaman kecil,” katanya.
Banjir sebelumnya juga merendam sekitar 300 rumah warga di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono. Pemerintah daerah kini terus melakukan pendataan dan pemantauan untuk memastikan besaran kerugian serta menentukan langkah penanganan lanjutan bagi petani terdampak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara