Seni Arja Bali Bangkit dari Desa Adat Kesiman Petilan

DENPASAR – Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma dari Banjar Bukit Buwung, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur kembali bangkit setelah lama vakum dan kini dipercaya menjadi duta Kota Denpasar untuk tampil pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Kebangkitan seni tradisi tersebut digerakkan generasi muda banjar yang berupaya melestarikan warisan budaya leluhur dengan kemasan lebih segar dan relevan.

Kebangkitan dramatari arja bermula dari keinginan warga Banjar Bukit Buwung untuk kembali menghidupkan kesenian lama yang sempat berhenti dipentaskan sejak puluhan tahun silam. Selain memperbaiki perlengkapan lama, warga juga merekrut penari dan penabuh baru dari kalangan generasi muda desa adat.

Koordinator Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma, I Made Sumantra, mengatakan upaya tersebut diawali saat warga ingin “nangiang” Ida Bhatara di pura banjar pada 2018. “Kebangkitan kesenian arja ini bermula dari keinginan warga untuk “nangiang” Ida Bhatara di Pura Banjar Bukit Buwung pada 2018. Saat itu, warga hanya memperbaiki empat gelungan lama yang masih tersisa, seperti gelungan condong, mantri manis, mantra buduh, dan limbur,” kata Sumantra, sebagaimana dilansir Balipost, Jumat (15/05/2026).

Menurutnya, semangat menghidupkan kembali dramatari arja semakin kuat saat pelaksanaan karya di pura banjar pada Tumpek Bubuh 2025. Warga kemudian mencari pelatih dan membentuk sekaa dramatari arja baru bernama Giri Nata Kusuma.

Pemilihan pemain dilakukan dengan melibatkan warga lokal dan keturunan pemain arja generasi sebelumnya agar kesinambungan tradisi tetap terjaga. “Dulu kakeknya menjadi penasar, sekarang diteruskan anak atau cucunya. Jadi memang ada kesinambungan generasi,” ucap Sumantra.

Menariknya, sejumlah penari dipilih setelah mengalami trance atau kerauhan saat piodalan di pura banjar. Salah satu penari muda yang memerankan tokoh condong disebut terpilih setelah spontan menarikan karakter tersebut ketika upacara berlangsung.

Awalnya dramatari arja tersebut hanya didukung tujuh penari. Namun setelah dipercaya tampil sebagai duta seni Kota Denpasar di PKB 2026, jumlah penari ditambah menjadi 11 orang agar seluruh tokoh dalam pertunjukan dapat ditampilkan secara lengkap.

Untuk mendukung kualitas pertunjukan, para pemain mendapat pelatihan dari sejumlah seniman senior seperti Made Sudira, Jero Ratna, Wayan Rumasih, dan Rimbit, serta pendampingan dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. “Ini menjadi tugas berat bagi kami karena sebagian besar penarinya adalah warga banjar yang tidak semuanya memiliki dasar tari maupun tembang,” ujar Sumantra.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, mengatakan seni Arja di kawasan Kesiman memang memiliki sejarah panjang dan kini kembali dihidupkan sebagai bagian revitalisasi budaya tradisional Bali. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar juga terus mendorong pembinaan seni berbasis komunitas desa adat untuk menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan seni modern.

Selain Arja, sejumlah kesenian klasik Bali lain seperti Joged Gandrung, Gambuh, Wayang Wong, Topeng Pajegan, dan Gender Wayang juga terus dilestarikan melalui sanggar seni dan regenerasi pelaku seni muda. Kehadiran Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma di PKB 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali seni tradisi berbasis desa adat di Kota Denpasar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Wisata dan UMKM Diyakini Tumbuh Lewat KDKMP

PDF đź“„NGANJUK – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah …

Lembur Pakuan, Desa Wisata di Subang yang Cocok untuk Liburan Santai

PDF đź“„SUBANG – Lembur Pakuan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi desa …

Wisata Desa di Jateng Kian Diminati, Ini 5 Destinasi Favorit

PDF đź“„SEMARANG – Tren wisata berbasis desa di Jawa Tengah (Jateng) terus menarik perhatian wisatawan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *