Landak Targetkan 48 Koperasi Desa Merah Putih Rampung Juni 2026

LANDAK Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menargetkan pembangunan 48 titik Koperasi Desa Merah Putih rampung pada Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa di wilayah Kabupaten (Kab) Landak.

Program tersebut saat ini terus berjalan di sejumlah desa dengan dukungan Pemerintah Pusat dan PT Agrinas. Hingga pertengahan Mei 2026, sembilan titik koperasi telah selesai dibangun dari target tahap pertama.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kab Landak, Yohanes mengatakan pembangunan koperasi dilakukan secara bertahap dan terus dipantau agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.

“Per tanggal 13 kemarin sudah ada delapan titik yang selesai. Hari ini bertambah lagi dari Songga sehingga total menjadi sembilan titik,” ujar Yohanes, Senin (18/5/2026).

Menurut Yohanes, Pemkab Landak juga mengikuti peluncuran operasional Koperasi Desa Merah Putih secara daring bersama Presiden Republik Indonesia yang dipusatkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia menjelaskan, berdasarkan data PT Agrinas, sebanyak 48 titik saat ini masuk tahap pembangunan dari total target 156 desa yang direncanakan hingga Juli 2026.

“Dari 156 desa target bulan Juli, menurut data PT Agrinas ada 48 titik yang saat ini dalam tahap pembangunan. Kemudian yang sudah selesai per tanggal 13 kemarin ada 8 titik, dan hari ini ada tambahan lagi dari Songga sehingga menjadi 9 titik,” katanya sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Selasa, (19/05/2026).

Meski optimistis target tahap pertama dapat diselesaikan pada Juni mendatang, Pemkab Landak masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya terkait ketersediaan lahan di puluhan desa.

“Yang menjadi kendala saat ini masih ada 41 desa yang belum memiliki lahan. Sementara desa yang sudah ada lahannya tetap harus diverifikasi oleh PT Agrinas melalui Kodim maupun Koramil untuk menentukan layak atau tidak masuk portal,” jelasnya.

Selain persoalan lahan, keterbatasan jaringan internet dan listrik di wilayah terpencil juga menjadi tantangan dalam pembangunan koperasi desa tersebut.

“Memang ada beberapa kendala di daerah tertentu karena syarat utamanya listrik dan internet. Tapi listrik bisa dicarikan solusi seperti genset, kemudian internet bisa menggunakan Starlink atau solusi lainnya,” katanya.

Yohanes menambahkan, pembangunan tahap kedua direncanakan kembali dilanjutkan pada Agustus 2026 setelah target tahap pertama berhasil dituntaskan.

“Target berikutnya mudah-mudahan Agustus nanti ada lagi. Tapi sekarang kita fokus menyelesaikan 48 titik ini dulu,” tutupnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Lembur Pakuan, Desa Wisata di Subang yang Cocok untuk Liburan Santai

PDF đź“„SUBANG – Lembur Pakuan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi desa …

Wisata Desa di Jateng Kian Diminati, Ini 5 Destinasi Favorit

PDF đź“„SEMARANG – Tren wisata berbasis desa di Jawa Tengah (Jateng) terus menarik perhatian wisatawan …

Pokdarwis Nglundo Siapkan Wisata Sejarah Berbasis Budaya

PDF đź“„NGANJUK – Kehadiran Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), dinilai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *