TANGKAK – Otoritas Kemajuan Pekebun Kecil Perusahaan Getah (RISDA) memperluas program pengembangan usahawan desa guna memperkuat ekonomi masyarakat pekebun kecil melalui sektor agromakanan, kerajinan, hingga usaha berbasis produk komersial di Malaysia. Program tersebut digencarkan sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah (KKDW) dalam memperkukuh ekonomi desa nasional.
RISDA menargetkan penambahan 900 usahawan binaan sepanjang 2026. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 418 usahawan telah berhasil dibimbing melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi desa.
Ketua RISDA, Manndzri Nasib, mengatakan penguatan sektor usaha desa dilakukan melalui sejumlah inisiatif seperti Aktiviti Ekonomi Tambahan (AET), sertifikasi halal, Makanan Selamat Tanggungjawab Industri (MeSTI), dan Groom Big.
Program tersebut mencakup bantuan perniagaan, pendampingan teknis, peningkatan kualitas produk, pengemasan, pelabelan, sertifikasi halal, hingga perluasan akses pasar bagi usahawan desa.
“Melalui sokongan kerajaan, hala tuju KKDW dan peranan RISDA, komuniti pekebun kecil terus diperkasa ke arah sosioekonomi yang lebih makmur dan sejahtera,” sebagaimana dilansir Sinar Harian, Sabtu, (17/05/2026).
RISDA mencatat lebih dari 17 ribu usahawan pekebun kecil di seluruh Malaysia telah mendapatkan pembinaan usaha. Di Johor saja, sebanyak 1.624 usahawan berada dalam pendampingan RISDA Negeri Johor, sementara RISDA Daerah Muar/Tangkak membina 224 usahawan.
Untuk mendukung program tersebut, RISDA menyiapkan anggaran sebesar RM5 juta pada 2026. Dari total dana itu, RISDA Negeri Johor menerima alokasi RM260 ribu bagi 69 penerima manfaat, sedangkan RISDA Daerah Muar/Tangkak memperoleh RM40 ribu untuk mendukung program AET dan sertifikasi halal.
Dalam kunjungan lapangan di sekitar Tangkak, Johor, Manndzri meninjau sejumlah usaha binaan RISDA yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Salah satunya R&Z D’Ledang Rabbit Farm yang mengembangkan usaha peternakan sebagai sumber pendapatan tambahan masyarakat desa.
Selain itu, RISDA juga mengunjungi Rinleed Batik, usaha batik milik penyandang orang dengan disabilitas (ODGJ) yang menjadi bagian dari program pembinaan inklusif. Kunjungan turut dilakukan ke OZMY Sdn Bhd yang memproduksi umpan pancing tiruan bernilai komersial.
Program pengembangan tersebut dinilai tidak hanya memperkuat sektor pertanian desa, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis kreativitas, manufaktur kecil, dan produk inovatif bagi masyarakat pekebun kecil. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara