Sampah Rumah Tangga di Kudus Kini Jadi Pakan Entok Bernilai Jual

KUDUS Warga RW 3 Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pakan ternak entok untuk mengurangi volume sampah sekaligus menambah nilai ekonomi masyarakat. Program pengelolaan lingkungan tersebut bahkan masuk nominasi penilaian lingkungan yang digelar pihak swasta.

Pemanfaatan sampah dapur dan sisa makanan warga dilakukan dengan sistem pengumpulan terpusat sebelum difermentasi dan diberikan sebagai pakan ternak. Langkah itu dinilai efektif menekan pembuangan limbah rumah tangga di lingkungan permukiman.

Pemilik peternakan entok di RW 3 Jati Kulon, Ony Teguh, mengatakan pengelolaan sampah di wilayahnya dilakukan melalui beberapa metode sesuai jenis limbah yang dihasilkan warga.

“Sampah dapur dan sisa makanan warga dikumpulkan lalu dimanfaatkan untuk pakan entok. Jadi limbah rumah tangga tidak langsung dibuang begitu saja,” ujarnya, sebagaimana dilansir Joglo Jateng, Sabtu, (16/05/2026).

Selain limbah organik untuk pakan ternak, warga juga mengelola sampah anorganik melalui bank sampah dan mengolah sebagian limbah menjadi eco enzyme. Sebelumnya, masyarakat setempat juga mengembangkan budidaya larva lalat black soldier fly atau maggot untuk membantu mengurai sisa makanan rumah tangga.

Namun, budidaya maggot disebut kurang optimal saat musim hujan sehingga warga tetap mengandalkan proses fermentasi limbah organik agar tidak menimbulkan bau menyengat di area kandang ternak.

Warga juga memanfaatkan ampas kopi dari sejumlah kedai kopi di Kudus untuk mengurangi gangguan tikus di sekitar peternakan. Ampas kopi disebar di area kandang karena aromanya dinilai masih cukup kuat untuk mengusir hama.

“Sisa kopi dari coffee shop kami ambil untuk membantu mengurangi tikus. Aromanya masih kuat jadi cukup membantu,” jelasnya.

Saat ini, jumlah entok yang dipelihara di kandang tersebut mencapai sekitar 70 ekor. Kebutuhan pakan ternak disesuaikan dengan jumlah limbah organik yang terkumpul setiap hari dari warga sekitar.

Program tersebut dinilai menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu menggabungkan aspek lingkungan dan ekonomi di tingkat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Baru 56 KDKMP Beroperasi, Pemkab Karawang Siapkan Strategi Percepatan

PDF đź“„KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan …

Fakta di Balik Gerai KDKMP Wonogiri yang Dikira Berdiri di Tengah Hutan

PDF đź“„WONOGIRI – Keberadaan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, …

Harga Jual Turun, Peternak Bebek Harap Pasar dari MBG

PDF đź“„PURWOREJO – Harapan peternak telur bebek untuk memperoleh pasar yang lebih luas melalui Program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *