Desa-Desa di Pangean Terendam, Pemkab Kuansing Tingkatkan Kesiapsiagaan

KUANTAN SINGINGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menetapkan status siaga penuh menyusul meningkatnya debit air Sungai Kuantan yang kini mendekati zona merah. Bupati Kuansing Suhardiman Amby menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, hingga kepala desa (kades) di wilayah bantaran sungai untuk memperkuat langkah antisipasi banjir, Kamis (14/5/2026).

Kenaikan debit air terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu Sumatera Barat (Sumbar). Berdasarkan pemantauan Pos Duga Air (PDA) Lubuk Ambacang hingga Rabu (13/5/2026) pukul 17.00 WIB, tinggi muka air mencapai angka 470 dan berada pada status zona kuning mendekati zona merah.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby meminta seluruh pihak terkait meningkatkan koordinasi dan mempercepat penanganan di lapangan untuk meminimalisasi dampak banjir terhadap masyarakat desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Kuantan.

“Lakukan antisipasi dini, tingkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait,” tegas Suhardiman sebagaimana diberitakan Tribun Pekanbaru, Kamis (14/05/2026).

Menurutnya, wilayah hilir Sungai Kuantan masih berpotensi mengalami kenaikan debit air karena intensitas hujan di daerah hulu masih tinggi. Beberapa desa di Kecamatan Pangean bahkan mulai terdampak genangan banjir meski ketinggian air masih berada pada batas aman.

“Saya minta Kalaksa BPBD terus memantau kondisi di lapangan, membantu masyarakat yang terdampak, serta meminta camat dan kepala desa aktif memberikan laporan perkembangan dan segera melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan kaji cepat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kuansing, banjir telah merendam sejumlah desa di Kecamatan Pangean, yakni Desa Pauh Angit, Sukaping, Pembatang, dan Pulau Deras.

Di Desa Pauh Angit, sedikitnya 15 rumah warga serta fasilitas umum berupa musala dan sekolah terdampak genangan. Sementara di Desa Pembatang, sekitar 25 rumah warga terdampak banjir.

Kondisi paling parah terjadi di Desa Pulau Deras dengan sekitar 50 rumah warga terendam akibat air sungai yang terus meluap hingga masuk ke kawasan permukiman.

“Ketinggian air yang merendam permukiman masih sekitar 10 sentimeter. Namun dikhawatirkan akan semakin tinggi seiring tingginya intensitas hujan di Sumbar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kuansing Yulizar menyebutkan personel BPBD telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan serta penanganan awal terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami minta warga tetap siaga dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan evakuasi,” katanya.

Pemkab Kuansing berharap koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, aparat kecamatan, hingga pemerintah desa dapat mempercepat respons penanganan apabila debit air Sungai Kuantan terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Baru 56 KDKMP Beroperasi, Pemkab Karawang Siapkan Strategi Percepatan

PDF đź“„KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan …

Fakta di Balik Gerai KDKMP Wonogiri yang Dikira Berdiri di Tengah Hutan

PDF đź“„WONOGIRI – Keberadaan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, …

Harga Jual Turun, Peternak Bebek Harap Pasar dari MBG

PDF đź“„PURWOREJO – Harapan peternak telur bebek untuk memperoleh pasar yang lebih luas melalui Program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *